Hina Gus Mus Dengan Kata Makian, Pandu Wijaya Menjadi Bulan-bulanan Publik

Akibat perbuatannya itu, netizen pemilik akun @panduwijaya_ itu langsung dikecam banyak orang, khususnya warga NU (Nahdlatul Ulama).

Hina Gus Mus Dengan Kata Makian, Pandu Wijaya Menjadi Bulan-bulanan Publik
twitter
Pandu Wijaya 

BANGKAPOS.COM - Melalui akun jejaring sosial Twitter, seorang netizen bernama Pandu Wijaya menghina KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Akibat perbuatannya itu, netizen pemilik akun @panduwijaya_ itu langsung dikecam banyak orang, khususnya warga NU (Nahdlatul Ulama).

Mereka menganggap, cuitan Pandu Wijaya tersebut sangat tidak sopan dan jauh dari adab mengingat bahwa Gus Mus yang merupakan sosok pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang tersebut adalah sosok yang sangat dihormati banyak orang karena ilmu dan kharismanya.

Baca: Waduh, Pelatih Thailand Cuma Turunkan Pemain Pelapis Lawan Filipina

Baca: Prakiraan Formasi Skuat Garuda Lawan Singapura

Baca: Kekuatan Viral Netizen Paksa Anggota Polres Dumai Minta Maaf pada Penjual Roti Ini

Penghinaan terhadap Gus Mus tersebut bermula ketika Gus Mus melalui akun Twitter berkomentar soal sholat Jumat di ibukota yang rencananya akan digelar di jalan raya.

Dalam cuitannya itu yang dibuat Rabu (23/11/2016) tersebut, Gus Mus melalui akun @gusmusgusmu mengatakan demikian:

1. Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum'atan di jalan raya. Mudah2an tidak benar.

2. Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID'AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran.

3. Kalau benar, apakah dalil Quran dan Hadisnya? Apakah Rasulullah SAW, para sahabat, dan tãbi’iin pernah melakukannya atau membolehkannya?

Baca: Model Seksi Anggita Sari Ditangkap Polisi, Pakai Psikotropika untuk Obat Tidur

Baca: 1 Kg Emas dan Sertifikat Deposito Rp 6 Miliar Milik Wali Kota Madiun Disita

4. Kalau benar, apakah salat TAHIYYATAL MASJID diganti salat TAHIYYATAT THÃRIQ atau TAHIYYATASY SYÃRI’?

5. Kalau kabar itu benar, kepada saudara2ku muslim yg percaya bahwa aku tdk punya kepentingan politik apa pun, kuhimbau untuk memikirkan hal

Halaman
123
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved