Model Seksi Anggita Sari Ditangkap Polisi, Pakai Psikotropika untuk Obat Tidur

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung membenarkan kalau telah dilakukan penangkapan pada Anggita Sari.

Model Seksi Anggita Sari Ditangkap Polisi, Pakai Psikotropika untuk Obat Tidur
Twitter
Anggita Sari 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Seminggu setelah kasus penganiayaan yang menimpa dirinya, Anggita Sari kini justru ditangkap polisi.

Ternyata kasus penangkapan ini tak terkait dengan kasus penganiayaan sebelumnya.
Anggita Sari ditangkap gara-gara kasus narkoba.

Baca: Dihamili Pengusaha, Model Ini Lapor ke Polisi Hingga Curhat di Instagram

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap model seksi ini pada Kamis (24/11/2016) dini hari tadi atas kepemilikan psikotropika.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung membenarkan kalau telah dilakukan penangkapan pada Anggita Sari.

Baca: VIDEO : Gara-gara Produk Ini, Penjaga Toko Kena Marah Wanita Cantik

Menurutnya ketika dilakukan penggerebekan di rumah Anggita di Graha Bintaro, Tangerang Selatan, sekitar pukul 00.30, ditemukan berbagai jenis psikotropika, yaitu merlopam, valdimex, calmet, alprazolam, dan xanax yang disimpan di kamar tidur dan dompetnya.

Baca: Ada yang Lebih Tebal pada Tubuh Ariel Tatum, Netizen Amati pada Foto-foto Ini

"Setelah dilakukan tes urine ternyata tersangka terbukti mengunakan tiga macam narkotika jenis metamphetamine, amphetamine, dan benzodiazepines," kata Vivick di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis sore.

Ketika dilakukan penangkapan, Anggita ada di rumah bersama kedua orangtuanya.
Ia mengaku menggunakan obat-obatan itu agar bisa tidur dan menenangkan pikiran.

Kendati demikian, Anggita maupun keluarganya tidak bisa menunjukkan resep atas obat-obat tersebut dan rekam medis Anggita.

"Kita lihat nanti hasil assessment dokter apakah bisa direhabilitasi sesuai permintaan keluarganya," kata Vivick.
Anggita terancam dikenakan Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana paling lama lima tahun.

Editor: tidakada021
Sumber: Tabloidnova.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved