Senin, 11 Mei 2026

Anak SD Tawuran Pakai Senjata Tajam

Anak-anak SD Al Khotimah dan SDN Pekunden, Semarang, Jawa Tengah terlibat tawuran menggunakan senjata tajam.

Tayang:
Editor: fitriadi
KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG - Tawuran pelajar yang melibatkan anak-anak SD Al Khotimah dan SDN Pekunden, Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (24/11/2016) menjadi perhatian serius pemerintah dan sejumlah pihak terkait.

Terlebih, anak-anak itu membawa senjata tajam (sajam) saat tawuran.

Para orangtua diimbau dapat menjemput anaknya ketika pulang sekolah.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, dalam kunjungan di SD Al Khotimah, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Soedjono, Jumat (25/11/2016).

“Kami mengimbau kepala sekolah masing-masing SD menjaga anak-anaknya. Orang tua harus menjemput anak-anaknya. Kami minta para orang tua ini diikutsertakan, karena begitu pulang sekolah, ini kan sudah tanggungjawab orang tua,” tegas Ita, sapaannya.

Senada, Soedjono juga mengimbau agar orang tua dapat memberikan tambahan perhatian kepada anak-anaknya.

"Ya minimal pulang sekolah dijemput. Kan begitu lepas dari sekolah tahunya anak-anak pulang,” ujarnya.

Soedjono menuturkan, penyebab pasti kejadian tawuran antara anak-anak SD Al Khotimah dan SDN Pekunden masih terus ditelusuri pihak kepolisian.

“Yang jelas dari pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Tentunya kami tidak bisa menyimpulkan secara dini. Tadi kami sudah menanyai kedua Kepala Sekolah dari Pekunden dan Al Khotimah, mereka bilang anak-anak ini tidak ada masalah sebelumnya. Awal pemicunya tidak ada,” jelasnya.

Lihat CCTV

Menurut dia, untuk menelusuri kasus tersebut polisi antara lain akan melihat CCTV di daerah Pandanaran. Hal itu karena awal mula kejadian dari Taman Pandanaran.

"Karena anak-anak Al Khotimah ini kan datang ke Pekunden. Akan dilihat baik dari CCTV di Kfc Pandanaran dan seputar taman Pandanaran,” jelasnya.

Adapun, barang bukti berupa gear dan parang diamankan oleh Sudardi, seorang petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Pekunden.

“Kami memperoleh barang bukti pada tawuran kemarin berupa gear dan parang. Saat ini kami akan terus menelusuri penyebabnya,” jelasnya, ditemui di tempat yang sama.

Munawaroh, Ketua Yayasan Al Khotimah, mengaku, tidak tahu-menahu kronologis dan alasan anak-anak SD Al Khotimah membawa sajam.

“Mereka ngakunya untuk cari ikan. Tentu saja nanti akan kami inspeksi secara internal anak-anak yang membawa sajam itu,” tukasnya.

Tugaskan Psikolog

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu berjanji akan menindaklanjuti kejadian tawuran anak-anak SD tersebut dengan menghadirkan psikolog.

Dalam kunjungan di SD Al Khotimah, Ita, sapaannya, sudah memanggil anak-anak yang kemungkinan terlibat tawuran dengan anak-anak SDN Pekunden dan membawa sajam.

Tetapi, dari dialog yang dilakukan, mereka tidak mengakui hal itu, termasuk terkait dengan senjata tajam (sajam) yang dibawa.

"Alasan mereka membawa gear adalah untuk mencari ikan. Mereka juga mengaku tidak membawa parang. Kami kan tidak bisa explore anak-anak ini, makanya kami akan tugaskan psikolog,” ujarnya.

Ita menyatakan, pemerintah secara paralel akan menghadirkan psikolog, baik di SD Al Khotimah maupun SDN Pekunden.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved