Selasa, 5 Mei 2026

Ada Tekanan Internasional, Myanmar Akhirnya Bentuk Komite Pemantau Krisis Rohingya

Penasihat negara dan tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, telah menghadapi kecaman yang meningkat atas kegagalan menanggulangi kekerasan itu....

Tayang:
Reuters
Para pengungsi Rohingya yang memasuki Banglades untuk menghindari kekerasan di Rakhine, Myanmar, Senin (21/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, YANGON -- Pemerintah Myanmar akan membentuk sebuah komite nasional untuk menyelidiki tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine.

Baca: Donald Trump Murka atas Ide Hitung Ulang Suara, Lalu sebut Temukan Jutaan Pemilih Ilegal

Langkah itu dilakukan di tengah-tengah tekanan internasional akibat kekerasan yang meningkat dan krisis kemanusiaan di Rakhine, negara bagian yang terletak di Myanmar utara, seperti dilaporkan Voice of America, Senin (28/11/2016).

Baca: Ketua GSI Desak Komisi III DPR Rekomendasikan Copot Tito Sebagai Kapolri

Penasihat negara dan tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, telah menghadapi kecaman yang meningkat atas kegagalan menanggulangi kekerasan itu.

Baca: Prabowo Sebut Kasus Penistaan Agama Membuat Suasana Jadi Tegang

Sementara tindakan militer terhadap etnis minoritas Rohingya telah mengakibatkan puluhan ribu orang mengungsi atau melarikan diri dari Myanmar. Namun, Myanmar membantah telah melakukan kekerasan terhadap etnis minoritas tersebut.

Zaw Htay, seorang anggota Komite Informasi Kantor Penasihat Negara Myanmar, mengatakan kepada media negara itu bahwa pembentukan komite penyelidikan baru itu sedang berlangsung.

Komite tersebut dibentuk setelah terbentuknya Komisi Penasehat Rakhine pada Augustus lalu, di bawah mantan Sekjen PBB Kofi Annan, yang baru-baru ini mengutarakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terjadi. (*/VOA Indonesia,)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved