Maghrib Mengaji Mampu Tekan Kenakalan Remaja di Bangka Tengah

Selama tiga bulan ini Tim Peneliti Stisipol melakukan riset terkait studi kebijakan atas sikap dan perilaku kenakalan remaja

Maghrib Mengaji Mampu Tekan Kenakalan Remaja di Bangka Tengah
IST
Tim Peneliti Stisipol Pahlawan 12 memaparkan hasil riset "Kenakalan Remaja" di Ruang Pertemuan Diklat BKD Kabupaten Bangka Tengah, Senin (28/11/2016).

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Untuk menangani persoalan kenakalan remaja di Kabupaten Bangka Tengah, salah satu solusinya adalah mengaktifkan kontrol sosial terhadap perilaku remaja dengan menjalankan aktivitas produktif yang mampu meningkatkan kreativitas positif remaja.

Solusi ini merupakan rekomendasi hasil riset yang dihasilkan Tim Peneliti Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12.

Selama tiga bulan ini Tim Peneliti Stisipol melakukan riset terkait studi kebijakan atas sikap dan perilaku kenakalan remaja di Kabupaten Bangka Tengah; Fakta, Penanganan dan Rekomendasi Kebijakan.

"Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui sikap dan perilaku kenakalan remaja di Kabupaten Bangka Tengah, serta merumuskan alternatif rekomendasi kebijakan terhadap sikap dan perilaku kenakalan remaja tersebut," ujar Bambang Ari Satria, Sekretaris Tim Peneliti kepada bangkapos.com, Senin (28/11/2016) petang.

Tim penelitian ini dipimpin Ketua Tim Dr (Cand) Darol Arkum MSi, Sekretaris Tim Bambang Ari Satria dan anggota tim peneliti Hermianto dan Ferdiana.

Beberapa aspek yang diteliti diantaranya adalah terkait aspek pengetahuan, sikap dan perilaku perkawinan usia dini dan memiliki anak, aspek peran keluarga, sekolah, masyarakat dan media serta aspek perilaku dan sikap merokok, minuman beralkohol dan obat-obatan.

Pemaparan hasil riset ini dilakukan di ruang pertemuan diklat BKD Kabupaten Bangka Tengah dengan undangan seluruh Kepala SKPD yang ada di Kabupaten Bangka Tengah.

Hadir juga, Kapolres Kabupaten Bangka Tengah AKBP Frenky Yusandy dan Sekda Bangka Tengah Sugainto. Pemaparan berlangsung sangat interaktif karena seluruh SKPD menyampaikan masukan-masukan untuk penanggulangan kenakalan remaja tersebut.

Misalnya, dari Dinas Pendidikan yang disampaikan Plt Sekretaris Dinas Faizal, bahwa dinas pendidikan sudah membuat beberapa program terkait upaya menanggulangi kenakalan remaja mulai dari jam sekolah hingga sore hari. Program lainnya, kata Faizal, adanya magrib mengaji hingga program pembinaan mental.

Begitu pihak kepolisian melalui Kapolres Bangka Tengah Frenky Yusandy. Kapolres Bateng ini mengapresiasi hasil riset yang dilakukan Tim Peneliti STISIPOL P12.

"Hasil riset ini akan menjadi pijakan kami untuk meminimalisir kenakalan remaja yang ada di Bangka Tengah," ujar Frenky.

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved