Pembangunan Masjid Istiqlal Ternyata Berlangsung 27 Tahun dan Arsiteknya Hanya Tamatan STM

"Program #SejarahJakarta itu memang program resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan," ujar Raides, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik

dok. Warta Kota
Masjid Istiqlal 

BANGKAPOS.COM -- Masjid Istiqlal ternyata dibangun selama 27 tahun. Masjid yang belakangan ini makin terkenal karena menjadi tempat berkumpulnya demonstran kasus penistaan agama itu mampu menampung 200.000 jemaah.

Informasi terkait masjid ini bisa ditemui dalam bentuk  baliho maupun di media sosial dengan hastag #SejarahJakarta.  "Program #SejarahJakarta itu memang program resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan," ujar Raides, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfomas DKI Jakarta,  Selasa (29/11/2016), kepada Wartakotalive.com.

net

Informasi Masjid Istiqlal dalam program #SejarahJakarta

Berdasarkan informasi di #SejarahJakarta, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1951.

Karena situasi politik Indonesia yang tak menentu, pembangunan masjid yang terletak di bekas Taman Wilhelmina di Timur Laut Lapangan Monas ini baru dimulai lagi pada 24 Agustus 1961.

Pada 22 Februari 1978, masjid terbesar di Asia Tenggara dan Asia Timur itu  selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Artinya, pembangunannya memakan waktu 27 tahun. Peresmian masjid ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam. 

Masjid Istiqlal memiliki bangunan utama yang dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang oleh 12 tiang besar. Masjid ini memiliki menara tunggal yang menjulang tinggi setinggi 96,66 meter di sudut selatan selasar masjid.

Berdasarkan penelusuran Wartakotalive.com, biaya pembangunan diperoleh terutama dari APBN sebesar Rp. 7.000.000.000 (tujuh miliar rupiah) dan  12.000.000 (dua belas juta) dolar AS.

Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan, asal Sumatera Utara. Silaban hanya tamatan STM lahir di Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912.

net
Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved