Internalisasi Nilai Empat Pilar MPR RI Merupakan Keniscayaan
empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah warisan para pendiri bangsa
BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Ir Azhar Romli MSi, anggota Komisi IV DPR RI asal Bangka Belitung menegaskan, empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika adalah warisan para pendiri bangsa itu harus dan diimplementasikan dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Internalisasi nilai-nilai empat pilar MPR RI menjadi keniscayaan, agar kita tetap mampu melestarikan nilai-nilai ke-Indonesia-an kita, sekaligus dapat merespon secara positif berbagai pengaruh kekuatan yang berpotensi melemahkan jati diri Bangsa Indonesia,” tegas Azhar, kelahiran Desa Sempan, Bangka, ketika membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Babel 2 Ruang Sidang Semu MK Fakultas Hukum UBB, Balunijuk, Merawang, Rabu (30/11/2016) siang.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dihadiri Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi ini, diikuti 200 mahasiswa, dosen dan staf UBB, mengedepankan dua pembicara yaitu Ir Azhar Romli MSi (anggota DPR RI dan MPR RI) dan Dr Ibrahim (Dekan Fisip UBB). Sosialisasi berlangsung penuh keakraban dan dinamis, di ditandai peserta aktif berdiskusi. Peserta mendapat sejumlah buku teks tentang empat pilar.
Sosialisasi empat pilar MPR RI menurut Azhar Romli sangat penting karena masih banyak ditemukan indikasi penyelenggara negara dan masyarakat belum memahami dan melaksanakan nilai-nilai empat pilar MPR RI tersebut. Hal ini lanjut Azhar bila terus berlanjut dikhawatirkan dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
“Melalui Badan Sosialisasi MPR, pemasyarakatan empat pilar MPR RI harus terus dilakukan secara sistematis dan masif, dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga masyarakat semakin memahami nilai-nilai yang terkandung dari empat pilar itu sebagai landasan dalam kehidupan bermasyaraikat, berbangsa dan bernegara,” ujar Azhar.
Empat pilar MPR RI dimaksud adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UU NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketatapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
“Sejak awal berdirinya Republik Indonesia, kebhinnekaan merupakan kekayaan Bangsa Indonesia yang harus diakui, diterima dan dihormati. Kemajemukan sebagai anugerah juga harus dipertahankan, dipelihara, dan dikembangkan yang kemudian diwujudkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” papar Azhar.
Dikemukakannya, sesuai amanat Pasal 5 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD),
MPR RI ditugasi untuk memasyarakatkan empat pilar kepada masyarakat di seluruh wilayah tanah air.
Sementara itu Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi menyambut positif sosialisasi empat pilar MPR RI ini, terlebih di era pesatnya perubahan zaman setelah terjadinya ‘ledakan’ teknologi dan informasi dewasa ini, memerlukan sejumlah penguat kesatuan dan persatuan bangsa.
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara menurut Muh Yusuf, mengandung jati diri dan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. Jati diri dan nilai luhur yang terkandung dalam lima sila Pancasila itu merupakan kepribadian bangsa, yang tak akan luntur atau tergerus meski terjadi kemajuan jaman.
“Nilai-nilai luhur yang adalah jati diri dan kepribadian bangsa itu harus kita rawat dan pertahankan, meski kita hidup di era gobalisasi dan glokalisasi, di mana banyak orang asing datang dan menetap di Indonesia,” ujar Muh Yusuf.
Usai membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Babel 2 Ruang Sidang Semu MK Fakultas Hukum UBB, disaksikan ratusan mahasiswa peserta sosialisiasi, antara Ir Azhar Romli MSi dengan Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi saling bertukar cinderamata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rektor-ubb-dr-ir-muh-yusuf-msi-saling-tukar-cindermata-dengan-ir-azhar-romli-msi_20161130_200729.jpg)