BREAKING NEWS
Muskandi Lepaskan Tangan dari Cengkraman Buaya dan Merangkak ke Darat
Suami saya langsung berenang, mendarat ke tepi sungai, kakinya merangkak, tangannya mencengkram pasir bibir kolong, lalu saya tarik tangannya ke darat
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Di saat pertarungan antara Muskandi dan buaya, masih berlangsung di tengah kolong, tiba-tiba hati Martina (42), istri korban tergerak naik ke daratan lebih tinggi.
Perempuan itu langsung berupaya meminta bantuan adik iparnya, Murdiono alias Ajang. Beruntung, adik ipar ternyata hanya berada beberapa puluh meter dari dari bibir kolong, tempat kejadian.
Baca: Giliran Buaya Parit 10 Cengel Terkam Penambang Timah
Baca: Penambang Timah Ini Bertaruh Nyawa Selama 30 Menit Melepaskan Diri dari Terkaman Buaya
Baca: Martina Sebut Buaya yang Terkam Suaminya Panjangnya Sekitar Empat Meter
Setelah bertemu, Ajang, mereka kembali lagi ke bibir kolong, untuk membantu korban yang sedang dalam bahaya di tengah Kolong Parit 10 Dusun Cengel Desa Jurung Kecamatan Merawang, Bangka, Kamis (1/12/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Saat kami datang lagi ke kolong itu, untunglah tangan suami saya sudah lepas dari cengkraman mulut buaya. Suami saya langsung berenang, mendarat ke tepi sungai, kakinya merangkak, tangannya mencengkram pasir bibir kolong, lalu saya tarik tangannya ke darat, dibantu adik ipar saya," kata Martina (42), istri Muskandi saat ditemui wartawan Bangkapos.com usai kejadian, Kamis (1/12/2016).
Sang suami lunglai, di pelukan Martina, dalam kondisi nafas masih ngos-ngosan.
Sedangkan Ajang, dibantu seorang kakak ipanya, mencari bantuan warga untuk mengangkut korban menggunakan mobil ke Rumah Sakit Arsani Sungailiat.
Sementara itu, kondisi kedua tangan korban penuh luka robek, dan masih terdapat bekas lubang tancapan gigi buaya, dan sedang dilakukan operasi oleh dokter rumah sakit setempat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/muskandi-diterkam-buaya_20161201_192106.jpg)