Breaking News:

Mengkhawatirkan, Minyak Indonesia Habis 12 Tahun Lagi, Krisis Mengintai Anak-Cucu

Sedangkan, produksi minyaknya hanya 600.000-800.000 BPH. Ketidakseimbangan antara produksi minyak yang terus turun dengan konsumsi dalam negeri ...

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Cadangan minyak diperut bumi Indonesia, tanpa ada eksporasi baru, diprediksi akan habis 12 tahun-15 tahun lagi. Sedangkan, perkembangan energi non fosil di Indonesia masih minim.

Baca: Artis-artis Ini Terpesona saat Melihat Foto Lautan Manusia di Aksi Damai 212, Ini Komentar Mereka

Hal itu diperparah dengan terus naiknya tingkat konsumsi minyak nasional. Saat ini saja angkanya sudah mencapai 1,6 juta barel per hari (BPH).

Baca: Begini Analisa Netizen soal Misteri Tas Kresek Hitam di Foto Penangkapan Ahmad Dhani

Sedangkan, produksi minyaknya hanya 600.000-800.000 BPH. Ketidakseimbangan antara produksi minyak yang terus turun dengan konsumsi dalam negeri yang terus naik membuat impor tidak bisa terelakan.

Baca: Sigit Kembali Masuk Sel Usai Menikahi Kekasihnya di Tahanan Polisi

Diprediksi angka impor minyak akan terus membengkak dari tahun ke tahun hingga mencapai 1 juta BPH-2 juta BPH pada periode 2020-2025 mendatang.

“Jelas ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Pengamat energi sekaligus Direktur Indonesian Resources Studies Marwan Batubara kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (1/12/2016) malam.

Baca: Sebelum Ditangkap, Inilah Kicauan Ratna Sarumpaet di Twitter

Kekhawatiran itu cukup beralasan. Apalagi pemerintah dinilai belum menunjukan keseriusan mengembangkan energi di luar minyak bumi.

Padahal ada potensi besar mengembangkan industri gas, energi geothermal atau panas bumi untuk listrik, dan bioethanol untuk bahan bakar.

Sayangnya, keseriusan itu dinilai belum nampak. Bahkan ia juga menyoroti dana subsidi BBM yang dipangkas pemerintah, belum terasa mengalir untuk pengembangan energi terbarukan.

Begitu juga anggaran di Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan, serta Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM justru dipangkas pada APBN-P 2016. Berbagai persoalan di sektor energi itu harus segera diselesaikan.

Sebab, generasi yang akan datang akan menanggung beban berat akibat persoalan itu.

Halaman
12
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved