Mengharukan, Inilah Kisah Pengalaman Wartawati Non-Muslim Saat Liput Aksi Damai 212.

Sebenarnya rada takut juga liputan aksi 212, secara aku beragama Non-Muslim dari media yang disoroti sama FPI sebagai medianya Ahok

Mengharukan, Inilah Kisah Pengalaman Wartawati Non-Muslim Saat  Liput Aksi Damai  212.
TRIBUN/BIAN HARNANSA
Foto udara menunjukan massa Aksi Damai 212 memenuhi kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). Massa aksi menggelar salat Jumat bersama lalu menggelar dzikir dan doa untuk kebaikan bangsa dan negara. TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA 

BANGKAPOS.COM--Beberapa waktu telah beredar di berbagai grup sosial media tentang pengalaman wartawati nonmuslim yang meliput Aksi Damai 2 Desember 2016 kemarin.

Baca: Bagikan Donat Gratis saat Aksi Damai 212, Tak Disangka yang Didapatkan Penjual Donat ini

Dia menceritakan sedikit pengelamanannya saat meliput 'Aksi Doa Bersama' di Monas dan sekitarnya. Dia mengaku tidak mempersiapkan bekal dan baju muslim untuk meliput acara tersebut.

aksi damai 212
Lautan massa di aksi damai 212

"Sebenarnya, kantor aku ga mempersiapkan aku untuk menghadapi liputan Aksi Bela Islam III. Engggak seperti kantor media lainnya yang meminta reporternya melepas ID Card, memakai baju gamis atau koko putih serta atribut Islami lainnya buat yang cowok, buat yg cewek pake hijab atau kerudung. Bahkan ada kantor yang sudah siapkan bekal buat reporternya Utk liputan aksi yg disebut2 sebagai aksi 212. Plus bekal odol Utk jaga2 terjadi seperti aksi 411,"

Baca: Meski Diancam Orangtua, Gadis Cantik Belasan Tahun Ini Tetap Ngotot Jual Keperawanannya di TV

Berbekal nekat dirinya meliput tanpa membawa bekal apa-apa, dalam pikirannya pasti ada penjual atau minimal PKL. Meski berpakaian  yang tidak bernuansa Islami, malah pakai celana jins, kaos hitam dan jaket merah putih.

"Sebenarnya rada takut juga liputan aksi 212, secara aku beragama Non-Muslim dari media yang disoroti sama FPI sebagai medianya Ahok. Tapi karena aku hanya prajurit yang menjalani tugas dari kumendan di kantor, oke aku jalani saja," tulisnya.

Karena opang (ojek pangkalan) langganan ga bisa nembus Monas, akhirnya aku berhenti di Jalan Abdul Muis. Dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki melewati Jalan Budi Kemulyaan.

Baca: Pesawat Andalan Polisi Udara itu Kini Tersisa Satu Unit, Tiga Alami Kecelakaan

Melihat lautan massa yang bersalawat dan menyerukan takbir, dia mengaku bulukuduknya merinding melihat kemegahan persatuan  umat Islam.

"Rasa takut pun hilang, karena mereka yang mengagung-agungkan kebesaran Tuhannya pasti tidak akan sanggup menyakiti manusia lain," tulisnya.

Baca: Diumpan Pakai Bebek, Buaya Penerkam Mustandi Lolos dari Pancingan Warga

Karena udara sangat terik dan harus berjuang menembus Monas sambil mengetik berita laporan suasana aksi. Dia kehausan, cari-cari penjual air minum tidak ada.

Tiba-tiba ada bapak-bapak yang melihatnya sedang celingak celinguk cari air minum. Lalu bapak memakai peci putih menyodorkan sebotol air mineral kepadaku.

Baca: Begini Kisah Mengharukan dan Tangis Putri Soeharto usai Mengikuti Aksi Damai 212

Halaman
123
Editor: tidakada016
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved