Breaking News:

Aksi Massa 412 Langgar Aturan

Menurut Ageng, itu telah melanggar Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

AFP PHOTO / ADEK BERRY

* Banyak Atribut Partai Saat Car Free Day * Surya Paloh Siap Tanggung Jawab

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) sebagai pengawas Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day menyayangkan penyelenggaraan aksi 'Kita Indonesia'.

Koordinator KPBB Muhammad Ageng mengatakan, pihaknya dengan penyelenggara aksi 'Kita Indonesia', yakni Aliansi Kebangsaan berkomitmen untuk tidak membawa atribut partai atau logo yang sifatnya jadi bentuk kampanye.

Tapi, kenyataannya banyak masyarakat yang membawa atribut politik berupa bendera partai.

Menurut Ageng, itu telah melanggar Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

Adapun atribut dua partai politik banyak berkibar dalam aksi "Kita Indonesia" yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia adalah Partai Golkar dan Partai Nasdem.

"Kita sangat menyayangkan bahwa mobilisasi atribut-atribut ini sehingga mencitrakan HBKB adalah ajang kampanye, ajang mobilisasi massa dan menonjolkan atribut kepartaian. Menjadi politik praktis. Dan, tentunya ini disayangkan karena melanggar Pergub itu sendiri. Ini keluar dari yang sudah disepakati bersama sebelumnya," ujar Ageng di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (4/12).

Untuk sanksi yang akan dikenakan kepada Aliansi Kebangsaan, tergantung dari Pemprov DKI Jakarta. "Kalau kita komitmen ada sanksi teguran tertulis dan aksi bentuknya blacklist ke teman-teman yang menodai pelaksanan HBKB. Harusnya otomatis (di-blacklist) begitu. Dalam Pergub diatur bahwa pelanggaran berat yang dilakukan bisa di-blacklist," tutur Ageng.

Dia menyebut, banyak pihak yang dirugikan atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Seharusnya, aksi "Kita Indonesia" juga tak memasang panggung besar di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, melainkan di jalur penghubung, semisal di Jalan Imam Bonjol.

"Ini diakukan di pusat HI dan memblokade jalan. Efeknya Bus Transjakarta tidak bisa melintas dan ini pelanggaran juga," kata Ageng.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved