Senin, 13 April 2026

Pulau Semujur Terancam Hilang, Tiap Tahun 3 Hektare Terkena Abrasi

Pulau Semujur yang terletak di sebelah Timur Pulau Bangka kini terancam hilang.

Editor: edwardi
IST
BERSANDAR -- Pulau Semujur nan asri menjadi tempat sandar sejumlah kapal penangkap ikan. Tak jarang di pulau ini awal kapal turun ke darat untuk istirahat sambil memperbaiki bagian dari lunas kapal yang mulai sarat ditumbuhi biota laut. 

BANGKA, BANGKA POS.COM  --  Pulau Semujur yang terletak di sebelah Timur Pulau Bangka kini  terancam hilang.

Pasalnya, tiap tahun lahan di  pulau ini hilang seluas tiga hektar.  Diperkirakan, hal  ini merupakan dampak dari  dasyatnya  hempasan ombak utara yang mengikis pinggiran pantai Pulau Semujur.

“Tergerusnya pantai Pulau Semujur itu mulai terasa sejak tahun 2013.  Setiap tahun,   kurang-lebih tiga hektar lahan di pulau ini hilang akibat hempasan ombak,” ujar Ketua Rukun Tetangga (RT) Pulau Semujur, Sumaidi, kepada Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc, ‘country person’ industriawan Jepang,  ketika rombongan Prof Agus Hartoko dan tiga pakar dari Jepang mengunjungi Pulau Semujur, Kamis dan Jumat (1-2/12/2016) lalu.

Sumaidi mengemukakan,  Pulau Semujur dengan luas  16 hektar ini terancam hilang, jika  abrasi dasyat di bagian utara  pulau itu tidak segera ditanggulangi.  Hempasan ombak menyebabkan hampir seluruh bibir  pantai di bagian utara mencekung ke daratan, dan menerjal.

Prof Agus Hartoko, pakar kelautan dan perikanan, menegaskan aparat terkait harus segera turun dan   membuat langkah-langkah untuk mencegah ‘lenyapnya’ pulau eksotis itu.  Di antaranya dengan menanam tanaman mangrove secara masif di sepanjang pantai utara Pulau Semujur.

“Pulau Semujur, Pulau Panjang, Pulau Ketawai dan pulau-pulau di Pantai Timur Bangka merupakan aset tak terhingga nilainya, baik dalam kerangka mengembangan wisata bahari dan kepulauan,  maupun untuk kepentingan budidaya perikanan,” ujar Agus Hartoko.

Pulau Semujur  berjarak sektar 6 mil laut dari Pulau Bangka, dihuni 63 kepala keluarga (KK) atau 100 jiwa.  Seluruh penduduk menggantungkan hidup dari pekerjaan sebagai nelayan dan pengumpul hasil laut, seperti udang, cumi-cumi dan teripang.  Sebagian dari penduduk di sana memiliki rumah tinggal  di Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Bateng).    

Bangun Cottage  

Untuk menambah penghasilan penduduk di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Bateng telah membangun ‘cottage’ dengan tiga kamar tidur yang disewakan kepada pelancong.  Tiap kamar dilengkapi fasilitas kamar mandi, air bersih serta listrik produksi  mesin  pembangkit listrik diesel.

“View (sudut) ‘cottage’ sangat indah menghadap ke laut dan Pulau Bangka. Malam hari kita menikmati pijaran lampu dari bagan di seputar laut,” ujar Agus Hartoko, kepada harian ini Minggu (4/12/2016).

Agus yang juga Wakil Rektor II Universitas Bangka Belitung (UBB) ini sedang getol  menjadikan Pulau Semujur sebagai destinasi bahari.   Caranya, dengan meminta penduduk setempat menyediakan satu kamar khusus untuk wisatawan yang dilengkapi kamar mandi.

“Kamar, toilet bersih,  dan tersedianya air bersih merupakan syarat mutlak.  Nanti saya berupaya untuk mendatangkan wisatawan Jepang ke sini,” ujar Agus Hartoko yang datang ke Pulau Semujur bersama  Shintaro Oeno, Masahiko Ogata, Yusuke Higaki  dari Hitachi Ltd, Servives and Platform Business Unit dan Yovi Dzulhijjah R (staf Urban and Regional Development Institute).

Ketua RT Semujur, Sumaidi, menjelaskan sejauh ini tidak ada masalah dengan ketersediaan air bersih. Sebab sejumlah sumur  yang telah dibuat pada tahun 2014 oleh Pemkab Bateng selalu memproduksi air bersih.

“Airnya bening, silakan lihat sendiri, dan terpenting pada musim kemarau pun air sumur selalu tersedia: tak pernah kering,” ujar Sumaidi.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved