Pulau Semujur Terancam Hilang, Tiap Tahun 3 Hektare Terkena Abrasi
Pulau Semujur yang terletak di sebelah Timur Pulau Bangka kini terancam hilang.
BANGKA, BANGKA POS.COM -- Pulau Semujur yang terletak di sebelah Timur Pulau Bangka kini terancam hilang.
Pasalnya, tiap tahun lahan di pulau ini hilang seluas tiga hektar. Diperkirakan, hal ini merupakan dampak dari dasyatnya hempasan ombak utara yang mengikis pinggiran pantai Pulau Semujur.
“Tergerusnya pantai Pulau Semujur itu mulai terasa sejak tahun 2013. Setiap tahun, kurang-lebih tiga hektar lahan di pulau ini hilang akibat hempasan ombak,” ujar Ketua Rukun Tetangga (RT) Pulau Semujur, Sumaidi, kepada Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc, ‘country person’ industriawan Jepang, ketika rombongan Prof Agus Hartoko dan tiga pakar dari Jepang mengunjungi Pulau Semujur, Kamis dan Jumat (1-2/12/2016) lalu.
Sumaidi mengemukakan, Pulau Semujur dengan luas 16 hektar ini terancam hilang, jika abrasi dasyat di bagian utara pulau itu tidak segera ditanggulangi. Hempasan ombak menyebabkan hampir seluruh bibir pantai di bagian utara mencekung ke daratan, dan menerjal.
Prof Agus Hartoko, pakar kelautan dan perikanan, menegaskan aparat terkait harus segera turun dan membuat langkah-langkah untuk mencegah ‘lenyapnya’ pulau eksotis itu. Di antaranya dengan menanam tanaman mangrove secara masif di sepanjang pantai utara Pulau Semujur.
“Pulau Semujur, Pulau Panjang, Pulau Ketawai dan pulau-pulau di Pantai Timur Bangka merupakan aset tak terhingga nilainya, baik dalam kerangka mengembangan wisata bahari dan kepulauan, maupun untuk kepentingan budidaya perikanan,” ujar Agus Hartoko.
Pulau Semujur berjarak sektar 6 mil laut dari Pulau Bangka, dihuni 63 kepala keluarga (KK) atau 100 jiwa. Seluruh penduduk menggantungkan hidup dari pekerjaan sebagai nelayan dan pengumpul hasil laut, seperti udang, cumi-cumi dan teripang. Sebagian dari penduduk di sana memiliki rumah tinggal di Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Bateng).
Bangun Cottage
Untuk menambah penghasilan penduduk di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Bateng telah membangun ‘cottage’ dengan tiga kamar tidur yang disewakan kepada pelancong. Tiap kamar dilengkapi fasilitas kamar mandi, air bersih serta listrik produksi mesin pembangkit listrik diesel.
“View (sudut) ‘cottage’ sangat indah menghadap ke laut dan Pulau Bangka. Malam hari kita menikmati pijaran lampu dari bagan di seputar laut,” ujar Agus Hartoko, kepada harian ini Minggu (4/12/2016).
Agus yang juga Wakil Rektor II Universitas Bangka Belitung (UBB) ini sedang getol menjadikan Pulau Semujur sebagai destinasi bahari. Caranya, dengan meminta penduduk setempat menyediakan satu kamar khusus untuk wisatawan yang dilengkapi kamar mandi.
“Kamar, toilet bersih, dan tersedianya air bersih merupakan syarat mutlak. Nanti saya berupaya untuk mendatangkan wisatawan Jepang ke sini,” ujar Agus Hartoko yang datang ke Pulau Semujur bersama Shintaro Oeno, Masahiko Ogata, Yusuke Higaki dari Hitachi Ltd, Servives and Platform Business Unit dan Yovi Dzulhijjah R (staf Urban and Regional Development Institute).
Ketua RT Semujur, Sumaidi, menjelaskan sejauh ini tidak ada masalah dengan ketersediaan air bersih. Sebab sejumlah sumur yang telah dibuat pada tahun 2014 oleh Pemkab Bateng selalu memproduksi air bersih.
“Airnya bening, silakan lihat sendiri, dan terpenting pada musim kemarau pun air sumur selalu tersedia: tak pernah kering,” ujar Sumaidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pulau-semujur-nan-asri_20161205_081636.jpg)