Napi Dijerat UU ITE Gara-gara Sandingkan Foto Kapolri Bersama DN Aidit

MRN (46), narapidana di Lapas Kelas IIA Pemuda Kota Tangerang, menyandingkan foto Tito dan tokoh Partai Komunis Indonesia, DN Aidit.

Napi Dijerat UU ITE Gara-gara Sandingkan Foto Kapolri Bersama DN Aidit
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Aparat kepolisian mengungkap kasus pencemaran nama baik kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

MRN (46), narapidana di Lapas Kelas IIA Pemuda Kota Tangerang, menyandingkan foto Tito dan tokoh Partai Komunis Indonesia, DN Aidit.

Di foto hasil editan tersangka itu Tito dan Aidit tampak dibuat mirip.

Baca: Revisi UU ITE Bikin Netizen Hati-hati, Baca Ini

Foto dan tulisan itu diunggah tersangka sebanyak lima kali di akun Facebook miliknya.

Perbuatan pelaku itu dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tersangka tak suka pemerintah, dia memberikan banyak kritik hatespeech dalam bentuk konten, sehingga Krimsus Polda Metro Jaya bisa mengidentifikasi tersangka ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (7/12/2016).

Baca: Bocah Merangkak Keluar dari Reruntuhan Ruko, Ayah dan Ibunya Masih Terjebak

Gambar dan tulisan yang diunggah tersangka tersebut bersifat pencemaran nama baik.

Dia tak hanya dianggap mencemarkan nama baik Kapolri, tetapi juga terhadap Presiden Jokowi dan Buya Syafii Maarif.

Sementara itu, Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, konten di Facebook pelaku dapat menimbulkan kebencian, permusuhan dan provokatif, serta mencemarkan nama baik.

"Di mana salah satu postingannya menyamakan gambar bapak Kapolri Jenderal Pol Tito yang disandingkan dengan DN Aiditkemudian dengan ada beberapa kalimat di sana," kata Wahyu.

Baca: Vietnam vs Indonesia: Duel Seru Murid Melawan Guru

Dalam kasus ini, polisi menyita handphone merk samsung yang digunakan tersangka di dalam penjara, berikut alamat akun email dan medsos tersangka.

Ke depan, polisi masih akan melengkapi berkas perkara tersebut dan mengirimkannya ke Kejati DKI Jakarta.

Pelaku dijerat Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undanf RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved