Breaking News:

Liputan Khusus

Revisi UU ITE Bikin Netizen Hati-hati, Baca Ini

Revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang berlaku sejak 28 November lalu

Tech in Asia Indonesia
Undang-undang ITE 

Namun menurutnya kebanyakan hate speech (penyebar kebencian) ini bisa diidentifikasi dari profil facebooknya seperti memiliki pertemanan dan aktifitas di media sosial yang tergolong sedikit.

Tidak ditahan
Kasubdit Fismondev Ditkrimsus Polda Bangka Belitung, AKBP Dolly Gumara mengatakan revisi UU ITE membuat polisi bisa tidak menahan tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.

Namun dia tetap mewanti-wanti netizen untuk tidak sewenang-wenang melakukan penghinaan di medsos.

"Di media sosial hal-hal tidak boleh seperti menghina orang, menyebarkan isu SARA, menyebarkan berita bohong, menyebarkan perasaan mengancam pada seseorang dan penipuan yang sifatnya jual beli," kata Dolly, belum lama ini.

Dia pun turut menyoroti keberadaaan revisi UU ITE yang memberikan kewajiban kepada pemerintah untuk menutup akses informasi yang menyebarkan berita bohong terkait SARA dan terorisme yang menebarkan kebcncian.

"Kalau ada informasi di media sosial yang meresahkan maka kita usul ke Kominfo untuk melakukan penutupan tapi kalau ada laporan dari masyarakat dan porsinya sesuai dengan tugas kita untuk melakukan penegakkan hukum akan kita tindak apabila terdapat unsur pidana yang ada di UU ITE," jelasnya

0Dalam penangannya, Dolly menyebut sangkaan dalam revisi UU ITE diutamakan terlebih dahulu menempuh jalur mediasi.

Beberapa langkah sederhana untuk menghentikan hate speech (yang menebar kebencian) yakni dengan memblokir pertemanan di medsos.

"Langkah ke kepolisian adalah langkah paling akhir dan bukan ada keinginan materil. Masyarakat harus menyadari dunia maya sama seperti dunia nyata ada hukumnya. Jadi berhati-hatilah ketika berinteraksi," tegas Dolly.

Di sepanjang 2016 ini di Polda Bangka Belitung terdapat satu kasus pengaduan mengenai pencemaran nama baik serta enam kasus penipuan online. Empat dari enam kasus penipuan online telah terungkap.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved