Rabu, 10 Juni 2026

Gempa Aceh

UPDATE Korban Gempa Aceh: 52 Tewas dan 273 Luka

Gempa berkekuatan 6,4 Skala Ritcher (SR) mengguncang Pidie Jaya Aceh sedikitnya menewaskan 52 orang dan ratusan lainnya terluka.

Tayang:
Editor: fitriadi
Istimewa
TNI mengevakuasi korban gempa di Aceh, Rabu (7/12/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA  - Gempa berkekuatan 6,4 Skala Ritcher (SR) mengguncang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya di Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (7/12/2016) sekitar pukul 05.03 WIB.

Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwonugroho menjelaskan pihaknya terus memperbaharui informasi yang diterima dari lapangan.

"Hasilnya, hingga pukul 13.30 WIB, setidaknya terdapat 52 korban meninggal, 73 luka berat, dan 200 orang luka ringan," katanya di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/12/2016)

Selain itu, terdapat 105 bangunan ruko yang roboh, 125 rumah rusak berat, 14 masjid roboh, satu masjid rusak berat, satu rumah sakit umum di Pidie rusak berat dan satu sekolah diinformasikan mengalami kerusakan.

Namun begitu, dirinya mengatakan bahwa jumlah korban masih dapat terus bertambah, mengingat banyak orang yang tertiban reruntuhan.

"Kami perkirakan jumlah korban masih terus bertambah, karena beberapa orang masih ada di bawah reruntuhan. Jumlahnya, kami tidak tahu pasti," kata dia.

Santunan sosial korban gempa

Kementerian Sosial telah menyiapkan santuanan kepada korban gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh dan sekitarnya pada Rabu (7/12/2016) pagi.

Untuk korban meninggal, akan diberikan santunan kematian sebesar Rp15 juta per orang. Sementara korban luka maksimum Rp5 juta per orang.

"Nanti kita lihat data terakhir dulu, yang jelas Kementerian Sosialtelah menyiapkan segala sesuatunya. Saat ini kita fokus pada upaya tanggap darurat, menyisir korban dan penanganannya," ujar Direktur Penanggulangan Bencana Kemensos RI, Adi Karyono menyampaikan dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Rabu (7/12/2016).

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa simpati kepada para korban gempa.

Dirinya berharap agar seluruh keluarga para korban gempa bumi diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.

"Saya turut merasakan apa yang saudara-saudara kita di Acehrasakan. Semoga tidak terjadi gempa susulan. Saya telah perintahkan tim segera gerak cepat," tuturnya.

Diungkapkan, Pemerintah Daerah menjadi komandan untuk penanganan bencana.

Sementara Kementerian Sosial mendukung dengan penyiapan logistik jika kondisi sudah darurat dan tidak lagi mampu ditangani daerah.

Apabila dalam kondisi darurat, bupati/wali kota dapat mengeluarkan SK darurat sehingga dapat dikeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 100 ton, gubernur dapat mengeluarkan hingga 200 ton selebihnya jika CBP tersebut telah digunakan maka di atas 200 ton dapat dikeluarkan oleh Mensos.

Presiden Joko Widodo sejak Rabu (7/12/2016) pagi sudah memerintahkan seluruh aparat segera menuju Aceh.

Diharapkan seluruh pihak yang berkepentingan bergerak sesuai dengan otoritasnya terkait gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang terjadi di Aceh.

Presiden Jokowi menyatakan hal tersebut saat ditanya wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016) pagi.

Berdasarkan informasi dari situs BMKG, pusat gempa berada pada 5.19 LU dan 96.36 BT atau tepatnya 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan terletak pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami.

Namun demikian, akibat gempa bumi tersebut puluhan bangunan rusak dan ambruk, sejumlah ruas jalan retak dan amblas, sebagian listrik padam, serta sejumlah orang ditemukan meninggal tertimpa reruntuhan bangunan.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved