Breaking News:

Dukun Kampung Sebut Buaya Sedang Cari Tumbal

Buaya ganas, kini muncul di Desa Kayubesi, Kecamatan Puding Besar, Bangka. Predator gigi gergaji sering muncul ke permukaan air

Dukun Kampung Sebut Buaya Sedang Cari Tumbal
Ilustrasi Menangkap buaya

BANGKAPOS.COM, PUDINGBESAR -- Buaya ganas, kini muncul di Desa Kayubesi, Kecamatan Puding Besar, Bangka. Predator gigi gergaji sering muncul ke permukaan air, di bawah jembatan desa setempat.

Walau binatang ini berbahaya, namun tak membuat anak-anak di desa setempat takut. Mereka malah sering melempar bangkai ayam diikat tali, memancing kemunculan buaya.

Baca: Calon Wali Kota Terpilih Pematangsiantar Meninggal Mendadak

Baca: Indonesia Jadi Tuan Rumah Leg Pertama, Ini Jadwal Final Piala AFF 2016

Kehadiran buaya, hanya pada saat-saat tertentu saja. kadang pagi hari, kadang sore hari.
Ketika buaya sudah timbul, anak-anak dan warga usia dewasa lainnya ramai berkumpul di atas jembatan.

Keberadaan buaya pun jadi tontotan. Apalagi ketika buaya sedang menyambar umpan bangkai ayam yang dilempar anak-anak kampung.

"Saya kaget, saat lewat jembatan kayu besi pagi tadi (kemarin). Kok ramai sekali warga di jembatan itu. Saya berhenti dan tanya ada apa? Rupanya mereka sedang menonton kemunculan buaya di permukaan air bawah jembatan," kata Ujang Supriyanto, Ketua KNPI Bangka, kebetulan melintas kawasan ini, Rabu (7/12) pagi.

Baca: 9 Fakta Gempa dan Tsunami Aceh yang Menakutkan

Baca: Cewek ABG Tarik Rp Rp 9,6 Juta Usai Intip Pin ATM Tabungan Teman

Baca: Mayat Kepala Tengkorak Ditemukan Pekerja TI di Pantai Pasir Majang

Pemandangan itu menjadi hal yang menarik bagi Ujang dan pengendara yang melintas. Sayang, Ujang tak sempat mengabadikan kemunculan buaya yang kini jadi tontonan warga.

Mengenai keberadaan buaya di sungai bawah jembatan itu, diakui oleh Kepala Desa (Kades) Kayubesi, Rasyidi, Rabu (7/12) petang. "Memang sudah sejak berbulan-bulan lalu, buaya sering muncul di sungai bawah jembatan desa kami. Kadang muncul satu ekor, kadang sekaligus dua ekor," kata Kades.

Kades mengaku tak tahu dari mana asal buaya ini. Yang jelas, diperkirakan ada empat ekor buaya ukuran relatif besar, namun hanya dua diantaranya, sering menampakan diri di sungai, bawah jembatan.

"Lebar buaya sekitar 1,5 keping papan, panjang hampir empat meter," katanya.

Baca: Pelajar SMAN 1 Sungaiselan Tenggelam Setelah Berenang Bareng Teman

Baca: Murid SD di Bangka Barat Disodomi Kakak Kelas

Buaya muncul hampir setiap hari, pagi atau sore hari. Kemunculan buaya menarik perhatian anak-anak dan para orangtua di desa ini.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved