Breaking News:

Kepala Biro Umum Babel Diperiksa Penyidik Polda Karena Pakai Kas Pemprov Rp 1,3 Miliar

Delapan pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Babel.

bangkapos.com/Evan Saputra
Kepala Biro Perlengkapan dan Umum Setda Provinsi Babel, Haris Ar 

Berdasarkan data yang diperoleh Bangka Pos, hampir semua keterangan penggunaan peminjaman diisi tulisan tidak tahu, di kolom tanggalpun hanya beberapa nama yang memiliki tanggal peminjaman.

Kabag Perlengkapan sekaligus PPTK, Gatmir Apriyanto mengakui utang seperti termaktub dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Babel. Menurutnya, uang yang dipinjam itu diperuntukkan keperluan kantor.

"Gini peminjaman itu dalam keadaan terdesak dan harus kita laksanakan, bayar telpon listrik, dan ku minjam itu sudah ada di DPA, belum bisa dibayar melalui kegiatan karena SK PPTK belum ada, kalau saya cuma beban moril aja karena pasti kena di staf saya, kalau ada trouble dengan listrik itu saya yang kena," ujar Gatmir ditemui Bangka Pos, Rabu (7/12).

Baca: Angel Karamoy Berlibur Bareng Keluarga Kekasih, Begini Reaksi Sang Mantan Suami

Baca: Gigi Hadid Dinobatkan sebagai Model Terpopuler 2016 Meski Sempat Terseok-Seok di Awal Karir

Gatmir mengatakan untuk peminjamanan dilakukan ke bendahara dengan cara lisan, namun tetap ditulis nominal yang digunakan. Lanjutnya bendahara meminjamkan pasalnya mengetahui peruntukkan uang tersebut.

Ia juga membenarkan dirinya bersama beberapa teman dilakukan konfirmasi oleh penyidik.

Sandiyaji, mantan Kasubbag Humas dan Protokler yang kini bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov Babel, mengatakan peminjaman uang terjadi saat dia masih menjabat Kasubbag Humas dan Protokoler. Jabatan itu diduduki Sandiyaji selama dua bulan. Dia juga menegaskan peminjaman uang sudah dikembalikan melalui bendahara kegiatan.

"Waktu ada minjem untuk kegiatan tapi lah dikembalikan melalui bendahara kegiatan," kata Sandiyaji.

Jawaban serupa diberikan Kasubbag RT dan Umum Ferdiyan Loebis di tempat yang sama. Usai keluar ruangan pemeriksaan, dia mengatakan pinjaman uang sudah dilunasi pada 11 November lalu.

"Uang itu memang dipinjamkan untuk kebutuhan dibidang kita kayak makan minum, tapi kan lah dikembalikan tanggal 11 November kemarin. Dikonformasi di dalem," kata Ferdiyan.

Tidak tahu
Lain halnya Kasubag Keuangan Biro Umum, Nur Fahmi. Beralasan baru menjabat, dia mengaku tidak tahu soal pinjaman oleh Haris Cs. Dia baru tahu setelah ada pemeriksaan dari Inspektorat.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved