Breaking News:

Kepala Biro Umum Babel Diperiksa Penyidik Polda Karena Pakai Kas Pemprov Rp 1,3 Miliar

Delapan pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Babel.

bangkapos.com/Evan Saputra
Kepala Biro Perlengkapan dan Umum Setda Provinsi Babel, Haris Ar 

"Kalau kabag keuangan itu dananya tidak secara real atau fisik tapi kita lebih ke prosedur, jadi kalau ,soal pengelolaan keuangan itu bukan kewenangan kita. Kita lebih kepada administratif, " ujar Nur Fahmi.

"Terkait peminjaman ini tidak melalui saya dan bukan kewenangan saya untuk mengetahui atau tidak. Bendahara itu mau minjem kemana-mana gak perlu izin saya karena bertaggungjawab pada PA. kawan-kawan pinjem ini kan untuk keperluan urgent karena belum ada SK PPTK sedangkan ini mendesak," lanjutnya.

Inspektorat Babel, Haryoso mengakui hasil pemeriksaan pihaknya yang mendapati adanya peminjaman yang dilakukan pegawai Pemprov Babel. Menurutnya, hasil laporan pemeriksaan yang dilakukan pada September lalu itu sudah diserahkan ke Plt Gubernur Babel pada Senin (5/12) kemarin. Kini Inspektorat menunggu disposisi atas hasil laporan itu.

"Hasil pemeriksaan inspektorat Indikasinya ada, perjalanan yang belum dibayarkan ada, ada terhutang ada, biasa kan itu terhutang memang belum dibayarkan. Enggak tahu saya, saya gak bisa bekomentar, karena LHP disposisi pak Gubernur belum ada," ujar Hariyoso.

Ditambahkan Hariyoso, pinjaman yang ditemukan dalam hasil pemeriksaan pihaknya itu harus segera dikembalikan. Jika hingga 31 Desember belum dikembalikan, maka mungkin diindikasikan korupsi karena merugikan negara.

"Seharusnya (pengembalian) 30 atau 60 hari setelah LHP diterima. Tapi karena terbentur dengan tanggal 31 desember, maka dak sampai 60 hari harus sudah disetorkan yakin 31 desember termasuk yang ini," tegasnya.

Kepala Inspektorat Bangka Belitung, Haryoso mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan di setiap SKPD sebanyak satu kali dalam satu tahun. Selain itu, Inspektorat Babel melakukan pembinaan tiga bulan sekali dan opname kas.

Sehubungan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat yang menyebut ada pegawai Pemprov Babel meminjam uang, hal itu menjadi temuan pada September lalu. Saat itu Inspektorat melakukan pemeriksaan akhir masa jabatan Sekda yang lama.

"Selama ini ketidakketahuan itu kita di Inspektorat juga ketika memeriksa biro-biro tidak memeriksan bendahara pengeluaran induknya, yang diperiksa itu bendahara pembantu itu yang akhirnya tidak terdeteksi," bebernya.

Haryoso menjelaskan pengambilan keuangan harus disertakan berita acara. Ketika berita acara tidak benar maka pihaknya menemukan ini.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved