Breaking News:

Jangan Khawatir, ke Pulau Semujur Sudah Ada Pondok Wisata untuk Menginap

Pondok wisata dan gazebo begitu ‘sebati’ dengan laut. Selain jaraknya kurang sepuluh meter dari bibir pantai dan laut,

Editor: Hendra
Jangan Khawatir, ke Pulau Semujur Sudah Ada Pondok Wisata untuk Menginap
IST
PONDOK WISATA -- Guna mendukung wisata bahari, Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah Pulau Semujur pada tahun 2011 membangun pondok wisata yang menyediakan tiga kamar bagi pengunjung atau wisatawan yang bermalam di pulau ini. Sewa kamar lumayan murah: Rp 75.000/hari.

BANGKAPOS.COM, BANGKA,  – Ingin merasakan hidup di pulau kecil yang dikelilingi hamparan laut? Selain Pulau Ketawai, Pulau Semujur di Bangka Tengah bolehlah menjadi pilihan.

Tak usah khawatir, di pulau dengan luas 16 hektar ini telah tesedia pondok wisata yang menyediakan tiga kamar tidur.

Pondok wisata berada di posisi paling strategis, yaitu di ujung Pulau Semujur. Dari teras pondok wisata nan panjang dan luas, pengunjung atau wisatawan dengan leluasa bisa menikmati pesona “view” (sudut pandang) Pantai Timur Pulau Bangka dan Pulau Ketawai

Pada malam hari pemandangan tak kalah eksotis. Pijar lampu dari bagan yang berderet di seputar Pantai Timur Bangka menghasilkan suasana kian romantis.

Pulau Semujur nan asri
BERSANDAR -- Pulau Semujur nan asri menjadi tempat sandar sejumlah kapal penangkap ikan. Tak jarang di pulau ini awal kapal turun ke darat untuk istirahat sambil memperbaiki bagian dari lunas kapal yang mulai sarat ditumbuhi biota laut.

Terlebih lagi bila ada sejumlah kapal nelayan tengah menangkap cumi, hamparan laut bagai lokasi karnaval atau pesta lampu.

Romantisnya alam Pulau Semujur nan permai itu Kamis kemarin dinikmati Shintaro Ueno, Masahiko Ogata dan Yasuke Higaki, pakar dari Hitachi Ltd, Services & Platforms Business Unit, Jepang.

Mereka sengaja datang dan menginap, didampingi Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (‘country person’ Industriawan Jepang untuk Indonesia), Yovi Dzulhijjah R (staf Urban & Regional Development Institute, Indonesia) dan staf dari Satker Pengawas Sumberdaya Keluatan dan Perikanan, PSDKP) Sungailiat-Pangkalbalam Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc
Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc, ‘Country person’ industriawan Jepang untuk Indonesia (baju merah) tengah menjelaskan potensi perikanan laut, antara lain budaya ikan Baronang dan teripang, kepada tiga pakar dari Hitachi Ltd Services and Platforms Business Unit, Shintaro Ueno, Masahiko Ogata dan Yusuke Higaki (kordinator) ketika mengunjungi dan bermalam di Pulau Semujur, Bangka Tengah, Kamis (31/11/2016).

“Pondok wisata ini dibangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah pada tahun 2011, dengan tujuan untuk mendukung wisata bahari. Di sini tersedia tiga kamar dengan ukuran cukup luas berserta kasur, kamar mandi dan listrik yang produksi dari mesin diesel,” ujar Misdi, menceritakan keindahan Pulau Semujur, Jumat (9/12/2016).

Staf PSDKP ini menceritakan di samping depan pondok wisata sengaja dibangun gazebo ukuran besar, di mana dari sini pengunjung bisa merasakan nikmatnya ‘elusan’ angin laut sambil bercengkrama, atau sambil menikmati hidangan makanan laut, seperti ikan atau cumi (sotong) bakar, hasil tangkapan nelayan.

Pondok wisata dan gazebo begitu ‘sebati’ dengan laut. Selain jaraknya kurang sepuluh meter dari bibir pantai dan laut, tak jauh dari sini pun terhampar puluhan rumah panggung milik nelayan.

Tiga Pakar Jepang Selidiki Pulau Semujur
Prof Dr Ir Agus Hartoko MSC, selaku Country Person Industriawan Jepang untuk Indonesia (baju merah) sedang menjelaskan jenis rumput laut kepada dua pakar dari Jepang, Shintaro Ueno dan Masahiko Ogata, ketika mengunjungi Pulau Semujur, Kamis (1/12/2016) siang.
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved