Kesal Ditampar karena Tak Bisa Santet, Dukun Furu Mutilasi Wanita Ini

"Korban FU datang ke rumah pelaku untuk dicarikan orang yang bisa menyantet mantan suaminya. Tapi setelah uang Rp 4 juta diberikan, Kuru tidak ..."

Kesal Ditampar karena Tak Bisa Santet, Dukun Furu Mutilasi Wanita Ini
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BEKASI -- Kepolisian Resor Metro Bekasi menyebut, dukun bernama Kuru (60) nekat memutilasi seorang wanita FU (43) karena persoalan sepele.

Baca: Kisah Tekat Kuat Nenek Penambal Ban Menyambung Hidup Jadi Viral dan Tuai Simpati

Kuru tidak bisa menunjukkan seseorang yang bisa menyantet mantan suami korban, padahal Kuru telah menerima sejumlah uang hingga jutaan rupiah.

Baca: Harganya Rp 9 Juta, Netizen Ini Ingin Pinjam Tali Tas Adik Syahrini untuk Gantung Diri

"Korban FU datang ke rumah pelaku untuk dicarikan orang yang bisa menyantet mantan suaminya. Tapi setelah uang Rp 4 juta diberikan, Kuru tidak bisa menunjukkan orang yang bisa menyantet mantan suaminya," kata Kapolrestro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra pada Sabtu (10/12/2016).

Baca: NASA Sengaja Jatuhkan Sebuah Boeing untuk Uji Keselamatan Penerbangan

Menurut Asep, keduanya saling mengenal ketika FU mendapat informasi dari rekannya bahwa Kuru merupakan ahli spiritual atau dukun

FU lalu bergegas ke rumah Kuru pada Senin (5/12/2016) untuk berkonsultasi.

Baca: Raden Prabowo Pastikan Lokasi Sidang Perdana Ahok Tetap di Dekat Istana

Saat itu, FU minta agar Kuru menyantet atau mencarikan seseorang yang bisa menyantet mantan suaminya.

Kuru menyanggupi dan menerima mahar yang dikasih korban sebesar Rp 4 juta.

Namun hingga Jumat (9/12/2016) siang, FU tak kunjung mendapati kondisi mantan suaminya itu dilanda penyakit.

Merasa dibohongi, FU kembali ke rumah Kuru dan memaki hingga menampar pipi Kuru sebanyak dua kali.

Kesal dengan sikap korban, Kuru memukul pundak FU menggunakan sebuah balok hingga terkapar.

Dia lalu menyeret tubuh korban ke kamar mandi dan memutilasinya di sana.

"Dia memutilasi korban menggunakan sebilah golok. Bagian tubuh yang dipotong adalah kedua paha korban," ungkap Asep.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan hukuman penjara selama 15 tahun. (*/Warta Kota)

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved