Obama Perintahkan Evaluasi Soal Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS Diselidiki

Presiden AS Barack Obama memerintahkan evaluasi menyeluruh terkait dugaan peretasan dalam proses pemilihan presiden yang baru saja berlalu...

Obama Perintahkan Evaluasi Soal Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS Diselidiki
MANDEL NGAN / AFP
Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berbicara tentang perlawanan terhadap terorisme global di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida, Rabu WIB (7/12/2016). 

BANGKAPOS.COM, WASHINGTON DC -- Presiden AS Barack Obama memerintahkan evaluasi menyeluruh terkait dugaan peretasan dalam proses pemilihan presiden yang baru saja berlalu.

Baca: Harganya Rp 9 Juta, Netizen Ini Ingin Pinjam Tali Tas Adik Syahrini untuk Gantung Diri

Pernyataan ini disampaikan Gedung Putih, Jumat (9/12/2016) di tengah meningkatkan kekhawatiran akan intervensi Rusia dalam pilpres AS.

Baca: Pencuri Berjimat Babak Belur Dihajar Massa Saat Tepergok Congkel Rumah Warga Pangkalpinang

Wakil sekretaris pers Gedung Putih Eric Schultz mengatakan, Obama memerintahkan hal tersebut pada awal pekan ini.

"Kami berkomitmen untuk memastikan integritas pemilihan presiden negara ini," kata Schutz.

Baca: Blak-blakan, Ayushita Ngamuk Kalau Tak Dapat Ini dari Laudya Cynthia Bella

"Kami akan mencari pola aktivitas siber jahat di masa pilpres, memperkuat kemampuan defensif kami, dan mengambil pelajaran untuk laporan kami kepada Kongres dan para stakeholders," tambah Schultz.

Presiden Obama, lanjut Schultz, menginginkan laporan lengkap sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari mendatang.

"Kami akan membeberkan masalah ini seterbuka mungkin ke publik. Ini adalah prioritas utama Presiden," kata Schultz.

Langkah ini diambil setelah para anggota Kongres dari Partai Demokrat menekan Gedung Putih untuk membeberkan rincian dugaan peretasan yang dilakukan Rusia selama proses pemilu.

Langkah ini juga diambil setelah presiden terpilih Donald Trump menolak temuan komunitas intelijen terkait keterlibatan Rusia.

Salah satu dugaan keterlibatan Rusia adalah bocornya surat elektronik dari komite nasional Demokrat dan John Podesta, penasihat Hillary Clinton.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved