Donald Trump Indikasikan Kemungkinan AS Akhiri Kebijakan 'Satu China'

"Saya tidak tahu mengapa kita harus terikat dengan kebijakan ‘Satu China’, kecuali kita membuat perjanjian dengan China yang terkait dengan hal-hal...

Donald Trump Indikasikan Kemungkinan AS Akhiri Kebijakan 'Satu China'
protocol.gov.hk
Bendera Republik Rakyat China 

BANGKAPOS.COM, NEW YORK -- Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan kemungkinan untuk mengakhiri kebijakan 'Satu China' yang telah diberlakukan AS sejak tahun 1979.

Baca: Bahagianya, Pasangan Ini Langsung Menikah Meski Baru Tiga Pekan Kenalan

Berbicara dalam sesi wawancara dengan Fox News, Trump mengaku tidak punya alasan mengapa kebijakan 'Satu China' harus tetap dilanjutkan tanpa konsesi berarti dari Beijing.

Baca: Heboh, Perhatikan Baik-baik Isi Percakapan dua Anak SD ini, Kakaknya Pun sampai Syok Berat

"Saya tidak tahu mengapa kita harus terikat dengan kebijakan ‘Satu China’, kecuali kita membuat perjanjian dengan China yang terkait dengan hal-hal lain, termasuk perdagangan," kata Trump.

Baca: Netizen Pun Sampai Nangis Baca Curhatan Sang Pria Tentang Istrinya yang Viral di Medsos

Ucapan Trump mengemuka setelah dia menerima panggilan telepon dari pemimpin Taiwan, Tsai Ing-wen, awal pekan lalu.

Pembicaraan Trump dan Tsai sontak memicu kemarahan media pemerintah China dan membuat Beijing menyampaikan protes resmi.

Baca: Cerai dari Musdalifah, Nassar Kini Dekat dengan Janda Kaya Ini Lho

Selama berpuluh tahun, belum ada presiden atau presiden terpilih AS yang pernah berbicara secara langsung dengan pemimpin Taiwan.

Namun, kepada Fox News, Trump menegaskan, Beijing tidak berhak menentukan apakah dia bisa berbicara dengan pemimpin Taiwan atau tidak.

"Saya tidak ingin China mendikte saya dan panggilan telepon itu diserahkan kepada saya. Pembicaraannya sangat bagus. Singkat. Dan mengapa ada negara bisa mengatakan bahwa saya tidak bisa menerima panggilan telepon? Sejujurnya saya pikir sangat tidak hormat tidak menerimanya," kata Trump.

Lebih jauh, Trump menuding China tidak bekerja sama dengan AS soal penanganan mata uang yuan, soal Korea Utara, dan mengenai ketegangan di Laut China Selatan.

Memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan
Kebijakan 'Satu China', yang artinya hanya menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat China, dimulai pada 1979 manakala Presiden AS kala itu, Jimmy Carter, memutus hubungan dengan Taiwan sebelum membuka Kedutaan Besar AS di Beijing.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved