Terpopuler Sepanjang 2016

Ahok Ogah Batalkan Proyek Reklamasi Ternyata Karena Ini

Saya mau terus. Sekarang kalau ada class action gimana? Class action aja batalin dia, jangan saya dong

Ahok Ogah Batalkan Proyek Reklamasi Ternyata Karena Ini
KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016). 

Satu contohnya, saat Sunny mendampingi Ahok saat masih menjabat sebagai wakil gubernur.

Saat itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta.

"Saat dia masih jadi wakil gubernur, saya sebenarnya mendukung UMP jangan dinaikan. Pak Gubernur (Ahok) bilang, harus naik 40 persen. Saya debat sama dia, eh digebrak meja saya sama dia, kapok saya debat sama dia," tutur Sunny.

Namun begitu, Sunny tidak membantah bila dirinya bertugas untuk menyusun jadwal pertemuan antara Ahok dengan pelbagai pengusaha.

"Bukan ngatur loh ya, misal Pak Ahok bilang, 'saya ingin ketemu dia, bisa dijadwalkan enggak?' atau pengusaha bilang, 'saya mau ketemu Pak Ahok dijadwalkan bisa enggak? Mau siapa pun, enggak semua juga lewat saya, kadang-kadang bisa langsung," ungkap Sunny.

Bantah Jadi Perantara
Sunny membantah dirinya menjadi perantara kongkalikong antara Sanusi dengan Ariesman.

Dikatakannya Sanusi dan Ariesman sudah saling mengenal sejak 2004, sejak Sanusi masih menjadi seorang pengusaha.

"Setahu saya Pak Sanusi dengan Pak Ariesman sudah saling kenal sejak tahun 2004. Pak Sanusi kan sebelum DPRD DKI, pengusaha juga, pernah kerjasama dengan APL. Jadi memang hubungan mereka sudah lama dan sebenarnya tidak perlu saya," ungkap Sunny.

Namun dirinya tidak membantah bila menjadi perantara antara Ahok dengan pengusaha, dan Ahok dengan DPRD DKI Jakarta.

"Karena mereka (pengusaha) ingin kasih masukan tapi sungkan dengan Pak Ahok, enggak tahu waktu yang tepat, kadang-kadang via saya, tapi kadang-kadang langsung juga," imbuh dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya melakukan penangkapan terhadap anggota DPRD DKI jakarta Mohamad Sanusi.

Penangkapan tersebut terkait kasus suap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) reklmasi patai utara Jakarta.

Dalam kasus tersebut KPK menetapkan dua tersangka diantaranya Mohamad Sanusi dan bos PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman .

Belakangan KPK mengajukan pencegahan terhadap Sunny dan Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved