Merasa Dipecat Sepihak, Penjaga TK Negeri Pembina Sungailiat Ngadu ke Staf Ahli Bupati

Dia menilai pemecatan terhadap dirinya oleh kepala sekolah, sangat terencana sejak tahun 2015 lalu. Padahal ia bersama istrinya sudah bekerja...

bangkapos.com/nurhayati
Penjaga dan Petugas Kebersihan TK Negeri Pembina, Ahmad Rivai saat mengadukan nasibnya kepada Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Bangka, Zulkarnain Idrus karena dipecat secara sepihak oleh Kepala TK Negeri Pembina Riri Herkilini, Selasa (13/12/2016) di Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penjaga Gedung TK Negeri Pembina Sungailiat Ahmad Rivai mengadukan nasibnya kepada Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Bangka, Zulkarnain Idrus karena dipecat secara sepihak oleh Kepala TK Negeri Pembina Riri Herkilini, Selasa (13/12/2016) di Kantor Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dia menilai pemecatan terhadap dirinya oleh kepala sekolah, sangat terencana sejak tahun 2015 lalu. Padahal ia bersama istrinya sudah bekerja selama 13 tahun di sekolah tersebut dimana mereka masing-masing hanya digaji Rp 500.000 per bulan.

"Saya tidak diberikan seragam petugas sekolah seperti layaknya penjaga di sekolah lain, permintaan saya atas perbaikan atau pergantian mesin rumput yang telah rusak, penyediaan kantong pembuangan sampah, sepatu boot safety serta penyediaan senter sebagai fasilitas penjaga malam tidak dipenuhi kepala sekolah sampai sekarang," ungkap Ahmad Rivai.

Menurutnya dari tanggal 1 Januari 2016 sejak kepala sekolah menerima pegawai satpam yang merupakan anak kandung kepsek sendiri. Selain itu, adanya pengurangan dana insentif yang semula sejak tahun 2008 sebesar Rp 250.000 perbulan yang ditandatangani kepala dinas pendidikan menjadi Rp 150.000 per bulan.

"Padahal mulai 1 Januari 2016 terjadi kenaikan dana insentif bagi pegawai honor tetapi sebaliknya saya mengalami penurunan insentif," ungkap Ahmad Rivai.

Disebutkannya pada awal Agustus 2016 setiap tenaga honor di TK Negeri Pembina mengalami kenaikan gaji sebesar Rp 100.000 termasuk petugas satpam yang baru bertugas tujuh bulan yang merupakan anak kandung dari kepala sekolah tetapi ia dan istrinya yang bertugas selama 13 tahun tidak mengalami kenaikan gaji tersebut.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2016 seluruh pegawai di lingkup TK Negeri Pembina mendapat THR dan ditandatangani oleh seluruh penerima tetapi ia tidak menerima.

Dia juga menilai dari tahun 2015 adanya usaha kepala sekolah untuk mengusir bersama istrinya yang kerja di TK tersebut agar mengosongkan rumah penjaga sekolah ketika kepsek baru menjabat lima bulan. Perintah pengosongan tersebut menurutnya beralasan untuk kamar ganti.

Dia menilai jika dipecat oleh kepala sekolah hanya karena masalah absen, tindakan tersebut sudah kelewatan. Memang ia pergi selama 1,5 bulan tidak meminta izin atas kepergiannya karena demi mencari tambahan biaya untuk keperluan anak pertama masuk kuliah, anak kedua masuk SMA dan anak ketiga melanjutkan kelas III SMP.

Halaman
1234
Penulis: nurhayati
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved