Cegah Kelompok Garis Keras, Perancis Tingkatkan Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru

Keadaan darurat terus diperpanjang setelah kelompok simpatisan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) melakukan serangan yang menewaskan 130 orang ...

Cegah Kelompok Garis Keras, Perancis Tingkatkan Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru
The Sun/Getty Images
Tentara berjaga di kaki Menara Eiffel, Paris, Perancis. Menara ini berada di sebuah taman yang luas, yang disebut Champs de Mars. 

BANGKAPOS.COM, PARIS -- Perancis bakal mengerahkan lebih banyak aparat keamanan di jalan-jalan untuk mencegah pergerakan kelompok garis keras selama Natal dan Tahun Baru.

Baca: Ahok Tertangkap Kamera Muncul dari Tempat Urut Usai Sidang

Menteri Dalam Negeri Perancis BrunoLe Roux, Rabu (14/12/2016), seperti dilaporkan Reuters, mengatakan, langkah tersebut diambil setelah parlemen melakukan pemungutan suara untuk memperpanjang keadaan darurat.

Baca: Minta Maaf di Akun Facebook, Wanita Pencakar Polisi Ini Malah Berbalas Protes dan Sindiran Netizen

Keadaan darurat terus diperpanjang setelah kelompok simpatisan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) melakukan serangan yang menewaskan 130 orang di Paris dalam beberapa serangan pada 13 November 2015.

Baca: Hari Ini 105 Tahun Lalu, Ekspedisi Amundsen Taklukkan Kutub Selatan untuk Pertama Kali

"Ancamannya serius," kata Le Roux, yang memiliki kekuatan menyebarkan sekitar 3.000 polisi dan tentara tambahan selama musim liburan akhir tahun, puncak kepadatan untuk acara pesta, di bandar udara dan stasiun kereta api.

"Saya ingin para wisatawan datang ke negara ini dalam jumlah besar dan warga kami dapat pergi keluar dan bersenang-senang," kata Le Roux kepada radio RTL.

Baca: Menteri Keuangan Minta 8 Konglomerat Indonesia yang Tidak Punya NPWP Manfaatkan Tax Amnesty

Dalam serangan pada 13 November 2016 di Paris dan sekitarnya, 130 orang tewas, termasuk 89 orang yang tewas di teater Bataclan. Sebanyak 368 orang lainnya terluka.

Lebih dari 230 orang tewas dalam serangan kelompok radikal di Perancis dalam dua tahun ini, termasuk 86 orang selama perayaan libur nasional 14 Juli 2016 di Riviera, Nice.

Perancis belum mencabut status siaga tinggi, terutama karena jet tempur Perancis masih terlibat dengan koalisi AS menggempur militan ISIS di Suriah dan Irak. ISIS telah mengajak pengikutnya melakukan serangan di Perancis.

Sejak serangan di Paris pada November 2015, hingga 10.000 polisi dan tentara telah disebar untuk melindungi daerah atau tempat rawan, seperti, gereja, bandar udara, dan stasiun kereta.

Namun, jumlahnya dikurangi menjadi 7.000 orang sejak akhir kejuaraan sepak bola Eropa, Juli lalu.

Le Roux ditunjuk pada pekan lalu setelah pendahulunya, Bernard Cazeneuve, menjadi penjabat perdana menteri.

Ia mengatakan, 16 kemungkinan serangan digagalkan pada tahun ini berkat peningkatan kekuatan pencarian dan penangkapan, yang diberikan kepada polisi di bawah pemerintahan darurat.

Anggota parlemen pada Selasa (13/12/2016) malam menyampaikan, keadaan darurat akan berlangsung hingga Juli 2017.

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved