Siap-siap, Harga Premium dan Solar Bakal Naik Awal 2017 Mendatang

Direktur Pemasaran Pertamina, M. Iskandar mengatakan, harga BBM akan disesuaikan tergantung dengan formula, yakni nilai tukar juga

Siap-siap, Harga Premium dan Solar Bakal Naik Awal 2017 Mendatang
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petugas SPBU mengisi solar bersubsidi kepada mobil konsumen 

BANGKAPOS.COM--PT Pertamina (Persero) mengusulkan untuk menaikkan harga solar bersubsidi di kisaran Rp 500 per liter.

Lalu, untuk harga premium dengan Ron 88 akan diusulkan untuk naik dengan kisaran Rp 300 per liter.

Baca: Inilah Mitos yang Dipercaya Mengenai Nafsu Seks Wanita

Direktur Pemasaran Pertamina, M. Iskandar mengatakan, harga BBM akan disesuaikan tergantung dengan formula, yakni nilai tukar juga harga minyak mentah di pasaran.

Baca: Setiap Kita Punya Kembaran Gaib Bernama Qorin. Dia bukan teman Sejati. Ini Penjelasannya

"Harga premium akan mengikuti harga pasar, baiknya kalau sesuai dengan formula," katanya usai acara PertaminaEnergy Forum, di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (14/12).

Ia menjelaskan, Pertamina melihat masih akan melihat kecenderungan fluktuasi harga minyak mentah dunia pasca sidang OPEC yang memutuskan untuk memangkas produksi.

Pengambilan keputusan untuk dalam perhitungan harga BBM akan diambil per tanggal 25 Desember 2016.

"Kemungkinan (kenaikan premium) nilainya sekitar Rp 300-an, berdasarkan formula," kata dia.

Sementara kenaikan harga solar bersubsidi yang disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang sebesar Rp 500 hanya merupakan usulan.

Sebab, hal itu menunggu keputusan pemerintah dalam menetapkan penyesuaian harga dengan dasar perhitungan per 1 Januari nanti.

Harga solar seharusnya sudah naik sejak Oktober 2016. Harga solar yang dijual Pertamina harusnya lebih tinggi Rp 1.200 per liter dari banderol Rp 5.150 per liter.

Bambang pun klaim Pertamina masih menanggung defisit harga solar sebesar Rp 700 per liter biarpun pemerintah masih memberikan subsidi solar sebesar Rp 500 per liter.

Makanya Bambang memproyeksi pada Januari harga solar akan melonjak lebih tinggi mengingat harga minyak secara global mengalami kenaikan.

"Nah itu pasti kenaikannya agak besar. Mungkin sekitar Rp 500 per liter,"kata Bambang pada Selasa (13/12).

Harga premium dan pertalite juga kemungkinan besar naik. Namun Bambang bilang kenaikan untuk premium dan pertalite tidak besar dan masih bisa ditanggung dengan keuntungan yang sudah didapat oleh Pertamina dari penjualan premium dan pertalite sampai saat ini.

"Premium masih untung. Biarpun mulai menipis," ujar Bambang.

Untuk itu Pertamina pun menanti kebijakan pemerintah untuk kenaikan harga BBM pada tahun depan.

"Pemerintah berani tidak menaikan harga mengikuti harga minyak pada awal tahun baru. Tabungan laba Pertamina tidak bisa dipakai buat tahun depan,"jelas Bambang.

Direktur Pembinaan Hilir Migas Kementerian ESDM, Setyorini Tri Hutami bilang saat ini harga minyak memang naik. Namun, dia belum bisa menyebut besaran potensi kenaikan harga BBM karena pemerintah masih menghitung kenaikan harga tersebut.

"Kalau keputusan belum tahu tapi trennya naik. Sekarang masih dihitung,"kata Setyorini.

Penentuan harga BBM memang baru akan diputuskan pada akhir Desember 2016 dengan memperhatikan tren harga dalam tiga bulan terakhir.

Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman pun berharap Pertamina tidak mengalami defisit akibat menanggung harga BBM. "Tahun depan harga ditinjau tiga bulan sekali. Kalau tahun depan kan ada BBM satu harga, tentunya ada tambahan biaya. Formulanya kami lihatlah di Desember ini, Mudah-mudaha tidak ada defisit ya,"imbuhnya.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved