Piala AFF 2016
Ahayyy! Indonesia Bakal Hadapi Serangan 8 Hari 8 Malam
Thailand mungkin akan menyerang kita dengan serangan delapan hari delapan malam lebih dari tujuh hari tujuh malam," kata Pikal.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Thailand diprediksi akan bermain menyerang saat menjamu Timnas Indonesia pada final leg kedua Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016).
Pasalnya, tim asuhan Kiatisuk Senamuang itu hanya membutuhkan kemenangan 1-0 atas Indonesia jika ingin mempertahankan gelar juara Piala AFF 2016.
Baca: Senamuang Sebut Kemenangan Indonesia Cuma Keberuntungan
Baca: Alfred Riedl Bicara tentang Kebangkitan Indonesia
Seperti diketahui pada final leg pertama semalam yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Thailand harus mengakui keunggulan Indonesia dengan skor 1-2.
Pada akhir pekan nanti, skuad Garuda harus siap menerima serangan bertajuk delapan hari delapan malam dari Thailand.
Baca: Cedera Andik Mirip Kejadian Menimpa Ronaldo di Final Euro

Gelandang Timnas Indonesia Andik Vermansah meringis kesakitan saat diperiksa tim medis di pinggir lapangan. Andik mengalami cedera saat leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari Bogor, Rabu (14/12/2016).
Serangan delapan hari delapan malam itu diucapkan langsung oleg Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal.
Pikal menyebutkan serangan delapan hari delapan malam ini akan lebih berbahaya ketimbang saat Indonesia melawan Vietnam.
Baca: 5 Celotehan Konyol, Lucu bin Lebay Ala Bung Hadi Gunawan Komentator Piala AFF di Televisi
Saat itu komentator di RCTI mengatakan Indonesia terus mendapatkan serangan tujuh hari tujuh malam dari Vietnam.
"Leg kedua pasti sangat berat bagi kita. Thailand mungkin akan menyerang kita dengan serangan delapan hari delapan malam lebih dari tujuh hari tujuh malam," kata Pikal dilansir dari SuperBall.id, Kamis (15/12/2016).
Baca: Pemenang Leg Pertama Final Selalu Juara Piala AFF, Ini Dia Faktanya
Baca: 9 Fakta Hansamu Yama, Bek Muda Tangguh Berguru ke Uruguay
Meskipun harus siap menerima serangan delapan hari delapan malam, Pikal mengaku timnya sudah sangat siap untuk melawan Thailand.
Pikal mempersilakan Thailand melakukan serangan delapan hari delapan malam ke Indonesia.
"Ya silakan saja kalau mau menyerang delapan hari delapan malam. Yang penting ending akhirnya kami juara," kata Pikal.
Baca: Harta Karun Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Tiba-tiba Muncul ke Permukaan
Baca: 5 Harta Karun yang Konon Terkubur di Bumi Indonesia
Indonesia hanya membutuhkan bermain imbang tanpa gol atau tidak kalah dengan skor 0-1 dari Thailand jika ingin juara Piala AFF 2016.
Pertandingan leg kedua nanti akan kick off pukul 19.00 WIB dan disiarkan langsung RCTI.
Indonesia di atas angin
Indonesia sementara unggul atas Thailand dalam final Piala AFF 2016. Dalam pertemuan pertama yang digelar Rabu 14 Desember 2016, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Indonesia menang dengan skor 2-1.
Baca: Ini Daftar YouTubers Terkaya di Dunia Punya Penghasilan Berlimpah Ruah
Hasil ini membuat Indonesia berada di atas angin. Pasukan Garuda hanya butuh hasil imbang saat bertandang ke Rajamangala Stadium, Sabtu 17 Desember 2016, mendatang.
Peluang Indonesia menjadi juara Piala AFF kali ini juga didukung statistik final Piala AFF. Sejak berformat dua leg pada 2004 silam, pemenang pertemuan pertama selalu menjadi juara.
Baca: Pose Cantik Istri Kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga
Tak cuma itu, Thailand juga memiliki rekor buruk saat melakoni final dengan format dua leg. Dari tiga final, dengan format dua leg, yang sudah dilakoni, Thailand cuma menang sekali.
Itu terjadi pada Piala AFF 2014 silam. Ketika itu, Pasukan Gajah Tempur menang tiga gol tanpa balas atas Malaysia di Rajamangala Stadium, di pertemuan pertama.
Baca: Ini Daftar YouTubers Terkaya di Dunia Punya Penghasilan Berlimpah Ruah
Pada leg kedua yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Thailand kalah dengan skor 2-3. Hasil tersebut membuat Thailand unggul dengan agregat 4-3.
"Tentu, kami punya peluang. Kini, kami diuntungkan karena sedang unggul. Pertandingan belum berakhir. Masih ada pertemuan kedua. Kami masih hidup dan bisa mewujudkan mimpi," kata pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.
Baca: Kameranya Tangkap Kemesraan Ayu dengan Raffi, Benarkah Ini Cara Halus Jedar Ungkap Perselingkuhan?

Ilustrasi
Pelatih Thailand sebut cuma keberuntungan
Pelatih Timnas Thailand, Kiatisuk Senamuang, menyebut dua gol yang dicetak Timnas Indonesia ke gawangnya dalam laga leg pertama final Piala AFF 2016 pada Rabu (14/12/2016) sebagai akibat dari keberuntungan.
Meski demikian, Senamuang juga mengaku para pemainnya telah membuat kesalahan dalam bermain.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari Bogor itu, Thailand kalah dengan skor 1-2.
"Para pemain Thailand membuat beberapa kesalahan, namun dua gol yang dicetak Indonesia adalah karena keberuntungan," ujar Senamuang, Kamis (15/12/2016).
Pelatih yang kerap disapa Zico itu juga merasa Thailand masih memiliki peluang menjadi juara meski menerima kekalahan di leg pertama.
"Kami masih punya peluang untuk menjadi juara sekali lagi, bahkan di lapangan Stadion Rajamangala Bangkok," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/timnas-indonesia_20161215_070812.jpg)