Beginilah Kronologis Lengkap Mantan Pejabat Kejati Babel Ditangkap Terima Rp 2 Miliar

Penangkapakan tersebut semuanya di Jakarta dan pada dua tempat kejadian yang berbeda.

Beginilah Kronologis Lengkap Mantan Pejabat Kejati Babel Ditangkap Terima Rp 2 Miliar
DOK
Eko Susilo Hadi,petinggi Bakamla yang dicokok KPK dalam OTT. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  --Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap empat orang dalam operasi tangkap tangan yang menjaring Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla), Eko Susilo Hadi Eko.

Tiga orang lainnya adalah dua pegawai PT MTI, MAO dan HS serta seorang lagi bernisial DSR.

Penangkapakan tersebut semuanya di Jakarta dan pada dua tempat kejadian yang berbeda.

DSR kemudian dilepaskan usai pemeriksaan secara intensif dan berstatus sebagai saksi. Sementara Edi Susilo Hadi, MAO, dan HS sebagai tersangka.

Selain itu, KPK juga menetapkan Direktur PT MTI, FD dan diminta untuk menyerahkan diri. Uang senilai Rp 2 miliar tersebut diduga adalah pemberian pertama.

Edi Susilo dijanjikan mendapat 7,5 persen dari nilai proyek Rp 200 miliar. Dugaan suap tersebut terkait pengadaan pengadaan alat monitoring satelit 2016 sumber pendanaan APBN-P 2016.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Arie Soedewo masih tak menyangka bawahannya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK kemarin.

Walau tak menyangka, Arie berharap proses hukum berjalan dengan baik untuk kasus ini.

"Saya enggak tahu itu, saya bukan peramal. Apa ada yang menghendaki? Kan tidak. Namanya juga celaka. Makanya kita doakan yang terbaik," kata Arie usai upacara HUT Bakamla di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (15/12).

Pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK untuk mengetahui perkembangan kasus ini lebih lanjut.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved