Breaking News
Dinas Kesehatan Basel Juga tak Memiliki Alat Untuk Memeriksa Daging Busuk
Ahmad pun kembali mendatangi kantor Dinas Kesehatan, ia bertemu dengan Sekretaris Dinkes Khaidar yang menerima aduan temuan daging
Penulis: Riki Pratama | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah pihak Disperindagkop Basel melalui Kabid Bidang Perdagangan Wiwik Widyanti menyarankan agar daging tersebut di periksa menggunakan alat di Dinas Kesehatan, pada Senin (19/12/2016)
Ahmad pun kembali mendatangi kantor Dinas Kesehatan, ia bertemu dengan Sekretaris Dinkes Khaidar yang menerima aduan temuan daging tersebut.
Setelah bercerita banyak, mengenai daging busuk yang ia beli, Khaidar menyebutkan pihaknya tidak memiliki alat untuk memeriksanya, sampel tersebut bisa di periksan apabila di kirimkan ke Pangkalpinang.
"Kita belum memilik alat mikrobiologi, namun alat untuk memeriksa zat kimia seperti formalin, borak yang digunakan menjadi bahan pengawet di dalam makanan bisa kita periksa, ini bisa di periksa tetapi harus dikirimkan ke laboratorium yang ada di Pangkalpinang,"jelas Khaidar kepada bangkapos.com, Senin (19/12/2016)
Ahmad yang datang sambil membawa sampel daging itu, di lihat oleh Khaidar yang mengatakan ini dagingnya sudah busuk tidak layak dimakan.
"Ini sudah bau tidak layak konsumsi dagingnya, saya cuci tangan dulu ya,"ucap Khaidar usai membuka plastik daging tersebut.
Namun saat itu, Khaidar sempat memberikan solusi apa yang bisa dibantu oleh pihak dinas Kesehatan dalam menanggapi keluhan warga ini, menurutnya apabila daging ini diawetkan menggunakan bahan kimia seperti borak dan formalin yang menjadi tanggung jawab mereka dalam penangananya.
"Makanan yang di awetkan dengan bahan kimia agar tidak busuk di kasi formalin, borak, karena bahaya bagi kesehatan itu menjadi tanggung jawab kami, kita akan turun, namun ini sepertinya dagingnya busuk dan tidak menggunakan bahan pengawet,"jelasnya.
Diberitakan sebelumnya Ahmad warga Toboali, merasa dirugikan dengan daging sapi yang ia beli di Pasar Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, pada Minggu (19/12/2016) kemarin.
Ahmad merasa daging sapi sebanyak satu kilogram yang ia beli sudah berubah warna dan berbau busuk ketika ingin di masak pada malam harinya.
"Belinya pukul sembilan pagi kemarin, setelah di beli, saya langsung masukan ke dalam kulkas, ketika mau di masak ingin di cuci, malamnya saya kaget kok dagingnya berubah warna dan berbau, logikanya sudah di masukan ke dalam kulkas, tetapi kenapa bisa begitu,"kata Ahmad kepada bangkapos.com, Senin (19/12/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/daging-sapi-busuk_20161219_135232.jpg)