Jumat, 10 April 2026

Sepengetahuan Keluarga Sitroneli Tidak Memiliki Riwayat Penyakit

Keluarga besar Sitroneli, masih tidak mempercayai kepergian alumni SMA Negeri 1 Tanjungpandan lulusan tahun 2013 tersebut.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: edwardi
istimewa via faturahman/banjarmasinpost.co.id
Petugas saat memeriksa jasad Sitroneli di RSI Muhammadiyah Palangkaraya. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Keluarga Sitroneli (21), wanita yang tewas usai minum kopi dan makan pizza di Rollaas Cafe dan Tea Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (21/12/2016) hari ini masih terus berduka.

Sanak keluarga dan sahabat korban pun masih terus berdatangan, untuk menyatakan belasungkawa dirumah duka yang terletak di Jalan Air Ketekok, Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Keluarga besar Sitroneli, masih tidak mempercayai kepergian alumni SMA Negeri 1 Tanjungpandan lulusan tahun 2013 tersebut.

Pasalnya sepengetahuan keluarga, gadis berkerudung itu tidak memiliki riwayat penyakit apapun semasa hidupnya.

"Tidak ada penyakit apa-apa. Lambung segala macam tidak ada, sehat-sehat almarhum ini," ucap abang kandung korban, Meta kepada Posbelitung.com, Rabu (21/12/2016).

Jenazah wanita yang akrab disapa Puput itu, telah dikebumikan di pemakanam umum Jalan Kerjan, Desa Air Merbau, Tanjungpandan. Jenazah korban tiba di Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan dengan menggunakan penerbangan pertama Sriwijaya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah korban lantas langsung dikebumikan setelah di Salatkan.

"Iya kemarin itu dari sana (Palangkaraya) sudah jam 4 sore, dan tidak ada penerbangan lagi, makanya dibatalkan kemarin," ujarnya.

Sitroneli lahir pada tanggal 30 maret 1995. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Korban tercatat sedang menempuh pendidikan semester empat di Universitas Juanda Bogor.

Sitroneli meninggal dunia, Minggu (18/12) sore, dan ketika tewas sedang berada di Palangkaraya untuk mengikuti acara pertukaran mahasiwa. Korban berada di Palangkaraya terhitung sudah sekitar 27 hari. Tiga hari setelah meninggal dunia, wanita itu akan kembali melakukan aktivitas dikampus.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved