Tujuh Media Ini Dilaporkan Eko Patrio ke Bareskrim, Dewan Pers Sebut Tak Terverifikasi

Dari tujuh daftar media online ini Dewan Pers menyatakan bahwa tujuh media online tersebut tidak terverifikasi atau terdaftar.

Tujuh Media Ini Dilaporkan Eko Patrio ke Bareskrim, Dewan Pers Sebut Tak Terverifikasi
Ambaranie Nadia K.M
Anggota DPR RI Fraksi PAN Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan pengacaranya memberi penjelasan soal pemberitaan yang menuliskan bahwa dirinya menganggap penangkapan teroris merupakan pengalihan isu di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -Sebanyak tujuh media online diadukan Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio ke Bareskrim Polri Jumat (16/12/2016) lalu.

Tujuh media online tersebut antara lain satelit news.com, ambigustik.blogspot.com, healmagz.com, bk75.blogspot.co.id, vionnaliel.blogspot.co.id, Lemahireng.info, dan selat panjang pos.

Dari tujuh daftar media online ini Dewan Pers menyatakan bahwa tujuh media online tersebut tidak terverifikasi atau terdaftar.

"Kami mencatat dan melakukan riset, dan menemukan kesimpulan bahwa 7 media tersebut tidak sesuai dengan Undang Undang Pers, juga bukan merupakan karya jurnalistik. Yang berupa blogspot, dan 4 tidak terverifikasinya dan alamatnya tidak jelas," tutur Yosep Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Yosep menambahkan, yang dimaksud produk jurnalistik adalah berita yang ditulis wartawan taat kode etik jurnalistik. 

Serta media tersebut wajib memverifikasi kepada Dewan Pers selaku institusi yang menjalankan Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Masih dituturkan Yosep, alamat dari ke-tujuh media online tersebut tak bisa dilacak sehingga penanggung jawabnya tidak bisa diketahui.

Maka, konten media tersebut dianggap fiktif.

"Kami kesulitan menghubungi karena alamatnya tidak jelas. Ini dilakukan oleh blogger, dan bersifat fiktif karena Pak Eko tidak pernah mengucapkan diwawancarai. Ini merupakan kejahatan yang memakai ruang cyber," kata Yosep.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved