Breaking News:

GP Ansor Babel Nobar Film 'Tanda Tanya', Ingat Jasa Anggota Banser NU Tewas Akibat Bom

Penayangan film ini sebagai refleksi meninggalkan anggota Banser NU akibat bom saat mengamankan gereja pada malam Natal tahun 2000 silam.

Istimewa
Suasana acara nonton bareng (nobar) sebuah film berjudul "Tanda Tanya" oleh GP Ansor Babel di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Sabtu (24/12/2016) malam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gerakan Pemuda Ansor Bangka Belitung menggelar acara nonton bareng sebuah film berjudul "Tanda Tanya" di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Sabtu (24/12/2016) malam.

Kegiatan ini menyedot perhatian ratusan warga yang hadir pada malam itu. Mereka memadati tenda yang sudah disiapkan panitia.

Ketua Panitia Pelaksana Nobar GP Ansor Babel Anjar Sujatmiko mengatakan penayangan film ini sebagai refleksi mengingat salah satu anggota Banser NU yang meninggal dunia saat mengamankan salah satu gereja pada malam Natal di tahun 2000 silam.

"Ini cara kami mengingat jasa salah satu Banser NU yang jadi korban ledakan bom pada saat mengamankan Gereja di tahun 2000 silam," kata Anjar Sujatmiko dalam siaran persnya, Minggu (25/12/2016).

Baca: Inilah Riyanto, Pria Muslim yang Meninggal Memeluk Bom Demi Selamatkan Jemaah Gereja di Malam Natal

Penanyangan film ini dilakukan secara serentak di tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung.

"Film ini kita tayangankan di 7 kabupaten/kota di Babel. Di sana pengurus cabang Ansor juga menyiapkan tempat," kata Anjar.

Menurut Anjar, dipilihnya film ini untuk disaksikan oleh masyarakat umum karena menggambarkan kerukunan antar umat beragama. Apalagi akhir-akhir ini isu perbedaan dijadikan alat untuk perpecahan.

"Film ini kami pilih karena menggambarkan kerukunan, toleransi antar umat beragama sangat baik untuk disaksikan. Karena perbedaan dalam beragama bukan jadi permasalahan," kata Anjar.

Sementara itu, Ketua PW Ansor Bangka Belitung Masmuni Mahatma mengingatkan kembali bahwa orang yang tidak sesaudara dalam iman adalah sesaudara dalam berkemanusiaan, berbangsa dan bernegara.

"Tidak sesaudara dalam iman adalah sesaudara dalam berkemanusiaan, berbangsa dan bernegara," kata Masmuni Mahatma.

Masmuni pun mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari film tersebut. Sehingga kerukunan dan saling menghormati antar umat beragama dapat saling terjaga.

"Ambil hikmah dari film ini, mari kita saling menghormati satu sama lain. Mari kita berdoa agar daerah kita selalu aman dan damai," imbuhnya.

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved