Abu Hasan Bantah Ada 'Mark-Up' Kegiatan di Desa Pongok

dirinya bingung karena semua pengerjaan dan penganggaran dilakukan sesuai dengan legalitas dan petunjuk dari kejaksaan.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kades Pongok Abu Hasan membantah tudingan Tim Operasional Masyarakat Bongkar Korupsi (Tombok) mengenai adanya dugaan mark-up kegiatan proyek yang ada di Desa Pongok, Basel, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Menurutnya, Desa Pongok masuk di zona enam sehingga harga material di daerah tersebut berbeda dengan di Kecamatan Toboali. Selain itu, penyusunan rancangan anggaran sudah berdasarkan peraturan Bupati Basel.

"Kita masukkan ke APBDes apa yang akan kita bangun, bangun jalan, siring, plat dueker semua kita ajukan. Dikatakan ada mark-up tidak sesuai, timbul pertanyaan, karena semua telah kita sampaikan pekerjaan sesuai dengan RAP, berdasarkan peraturan bupati," kata Abu kepada bangkapos,com Senin (26/12/2016)

Adanya tuduhan terjadi mark-up, Abu mengaku dirinya bingung karena semua pengerjaan dan penganggaran dilakukan sesuai dengan legalitas dan petunjuk dari kejaksaan.

"Cuman dianggap mark-up sempat bingung juga. Kita sudah melakukan MoU dengan pihak kejaksaan, agar bekerja dengan petunjuk," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tim Operasional Masyarakat Bongkar Korupsi (Tombok) Basel, Mawardi mengungkapkan, pihaknya menerima laporan masyarakat yang meminta LSM Tombok melihat langsung enam kegiatan desa yang diduga ada penyalahgunaan APBDes.

Disebutkannya, dari enam kegiatan dan dua kegiatan dilakukan di Dusun Air Kruis yakni pembangunan plat dueker dengan ukuran panjang 6 meter, lebar 120 cm, kedalaman bandar 70 cm dengan anggaran Rp 16,5 juta.

"Perhitungan kami kegiatan tersebut hanya menelan dana Rp 8 juta saja, lalu pembangunan siring dana Rp 37,5 juta dan hitungan kita hanya Rp 22,5 juta saja, plat dueker di Airsagu, ukuran sama dengan di Air Kruis harganya Rp 18 juta, ada kegiatan rehab jalan ditulis pembangunan jalan baru biaya Rp 47,8 juta, perhitungan kita hanya Rp 25 juta saja, ada pembangunan siring nilainya Rp 35 juta, begitu juga ada dua kegiatan siring Rp 22 juta," jelas Mawardi.

Penulis: Riki Pratama
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved