Kenakan Baju Turn Back Crime, Dadan Ngaku Densus 88 Divisi Penanggulangan Terorisme
mencoba mempedayai dua wanita yang ia kenal lewat media sosial Facebook dengan bermodalkan kaus biru dongker bertuliskan Turn Back Crime.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG-- Dadan Supardan (39), jauh-jauh datang dari Cianjur, Jawa Barat ke Belitung untuk menyakinkan dua perempuan bahwa ia adalah seorang anggota polisi berpangkat Kompol.
Namun kedok penipuannya itu bisa diungkap oleh pihak kepolisian yang asli. Pekerja marmer di tempat asalnya itupun ini meringkuk di dalam sel tahanan polisi.
Bapak satu anak itu, mencoba mempedayai dua wanita yang ia kenal lewat media sosial Facebook dengan bermodalkan kaus biru dongker bertuliskan Turn Back Crime.
Ia mengaku bertugas di bertugas di Divisi Penanggulangan Teroris Mabes Polri (Densus 88) dan merupakan Akpol leting 2000.
"Dia polisi gadungan. Sudah kami cek di situs Sisbinkar (Sistem Pembinaan Karir) Polri dan memang tidak ada nama yang bersangkutan," kata Kapolres Belitung, AKBP Sunandar kepada Pos Belitung, Rabu (28/12).
Sunandar menyebut Dadang datang ke Belitung November lalu. Ia melakukan kejahatan penipuan dengan menjual nama institusi Polri. Wanita yang menjadi korban Dadang di Belitung berinisial SU.
"Nah untuk motif pelaku ini, merayu korban. Ketika korban-korbannya sudah ada ketertarikan, baru diminta untuk mentransfer sejumlah uang. Sekarang kami masih terus mendalami kasus ini dan kemungkinan ada korban lainnya," ujarnya.
Klarifikasi ke Polisi
Sunandar mengatakan, jika ada seseorang melakukan penipuan dan meminta sejumlah sejumlah uang, maka calon kroban sebaiknya segera melakukan konfirmasi ke kantor polisi.
Atau, kata Kapolres, masyarakat bisa langsung mengecek secara langsung identitas seseorang tersebut melalui website Sistem Pembinaan Karir (Sisbinkrar) Polri.
"Kami imbau masyarakat untuk mengklarifikasi, jangan sampai jadi korban. Biar nanti kami bisa mengecek kebenarannya, apalagi berkaitan dengan uang yang diminta melalui media sosial," kata Sunandar.
Ia mengingatkan, kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati tentang penipuan melalui media sosial maupun saluran telekomunikasi berupa Handphone (HP).
Sementara Dadang mengaku telah melakukan penipuan dengan mengaku sebagai polisi, telah berlangsung selama dua bulan belakang. Aktivitas penipuan itu dilakukan melalui medsos.
"Cuma dua orang korbannya, baru dua bulan aku gini. Mau punya uang pak, lagi tidak ada duit," ucap Dadan.
Alasan pelaku melakukan penipuan itu, dengan cara sebagai polisi gadungan, kata dia, memang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang penegak hukum.
"Memang cita-cita mau jadi polisi. Kalau baju (Turn Back Crime) aku beli di Pasar. Kalau Identitas FBI itu, aku dapat dari google terus aku edit," ujarnya. (N3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dadang-supardan-polisi-gadungan_20161228_115957.jpg)