Zulkifli Sebut Kasihan Presiden Harus Menjawab Semua Isu

"Kita sedih semua isu sekarang Presiden yang menjelaskan semuanya. Tenaga kerja Presiden, soal medsos Presiden. Kita mengkritik, dimana pembantu..."

Zulkifli Sebut Kasihan Presiden Harus Menjawab Semua Isu
Ihsanuddin
(Dari kiri ke kanan) Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan dalam jumpa pees akhir tahun di Kantor DPP PAN, Jakarta, Jumat (30/12/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mempertanyakan sikap Presiden yang akhir-akhir ini sibuk menjawab dan menangani langsung berbagai isu di masyarakat.

Padahal, Zulkifli menilai, bahwa isu tersebut seharusnya bisa ditangani oleh para pembantu Presiden.

"Kita sedih semua isu sekarang Presiden yang menjelaskan semuanya. Tenaga kerja Presiden, soal medsos Presiden. Kita mengkritik, dimana pembantu presiden? Kasihan Presiden harus menjawab semua isu," kata Zulkifli di Kantor DPP PAN, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menjelaskan isu serbuan tenaga kerja China ke Indonesia.

Presiden menyebut jumlah tenaga kerja China hanya 21.000, tidak sampai 10 juta seperti yang diisukan. Penjelasan itu disampaikan Jokowi dalam beberapa kali kesempatan.

Jokowi juga menggelar rapat terbatas di Istana mengenai antisipasi fitnah dan kabar bohong yang tersebar di media sosial.

Zulkifli menilai, jika turun langsung menjawab berbagai isu yang berkembang, waktu Presiden akan tersita. Pekerjaan lain pun bisa terbengkalai.

"Tentu saya harap Bapak Presiden menegur menterinya kalau lambat. Jangan asyik sendiri. Karena menteri-menteri adalah pembantu presiden," ucap Zulkifli.

Menurut Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Presiden Joko Widodo sudah meminta setiap kementerian yang ada untuk siap siaga menangkal isu hoax yang beredar di media sosial.

Begitu ada isu hoax yang menyerang salah satu sektor, kementerian di sektor itu harus segera memberikan klarifikasi ke publik.

"Pak Presiden meminta kementerian yang terkait untuk segera mengcounter dengan keterangan yang resmi," kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Dengan segera membuat bantahan atas isu hoax, lanjut Teten, maka masyarakat diharapkan bisa mengetahui mana informasi yang benar dan yang tidak.

Penulis : Ihsanuddin

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved