Bupati Klaten Digiring ke Ruang Tahanan Diiringi Gelegar Bunyi Petasan Tahun Baru

Bupati Klaten Sri Hartini hanya bisa merayakan malam Tahun Baru di balik jeruji besi.

Bupati Klaten Digiring ke Ruang Tahanan Diiringi Gelegar Bunyi Petasan Tahun Baru
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bupati Klaten Sri Hartini keluar dari gedung KPK memakai rompi tahanan usai diperiksa, Sabtu (31/12/2016). Sri Hartini ditahan KPK diduga terlibat kasus suap pengaturan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. 

Tribunnews.com/Abdul Qodir
Bupati Klaten Sri Hartini saat digiring ke tahanan KPK di Jakarta, Sabtu (31/12/2017).

Sri Hartini dibawa ke Rutan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap pasca-terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Satgas KPK di rumah dinasnya, Jalan Pemuda, Klaten, Jateng, pada sehari sebelumnya.

Baca: Sejoli Remaja Terperanjat Saat Mau Berbuat Mesum di Semak-semak

Saat dibawa petugas dari kantor KPK ke mobil tahanan, pakaian kemeja perempuan bermotif kotak abu dan hitam yang dikenakan oleh Sri Hartini sudah berbalut rompi oranye bertuliskan "Tahanan KPK".

Ia berjalan limbung sembari menutupi wajahnya dengan kerudung putih saat digiring dari kantor KPK ke mobil tahanan pada pukul 20.15 WIB. Sesekali ia menutupi wajahnya dengan merebahkan wajah ke tubuh petugas yang menggiringnya.

Baca: Dodi Triono Bersama Istri Baru dan Dua Putrinya Tebar Kebaikan Sebelum Peristiwa Sadis

Gelegar bunyi petasan kembang api beberapa kali terdengar di langit kawasan Kuningan, saat Sri Hartini digiring ke tahanan.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, Bupati Klaten Sri Hartini ditahan di Rutan KPK untuk 20 hari pertama masa penyidikan.

Baca: Agnesya Ternyata Pilih Tinggal di Sini Tak Serumah dengan Suami dan Anak Tiri

Sementara, anak buah Sri Hartini, Suramlan selaku Kepala Seksi SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, ditahan di Rutan Pomdam Jaya di Guntur, Jakarta Selatan.

"SHT ditahan di Rutan Gedung KPK, sementara SUL ditahan di Rutan Pomdam Guntur cabang KPK," ujar Febri Diansyah.

Tim KPK mengamankan delapan orang dalam OTT di rumah dinas Bupati Klaten Sri Hartini dan di rumah Sukarno, Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat, 30 Desember 2016 kemarin.

Sebanyak tujuh orang ditangkap di rumah dinas Bupati Klaten yakni Sri Hartini (Bupati), Suramlan (PNS), Nita Puspitarini (PNS), Bambang Teguh (PNS), Slamet (PNS, Kabid Mutasi), Panca Wardhana (Staf Honorer) dan seorang swasta, Sunarso.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved