ADVERTORIAL Pasangan BERKAH

Erzaldi Siapkan Satu Juta Bibit Lada Unggul

Yang menarik dari keinginan Erzaldi ini bahwa bibit lada yang disiapkan Calon Gubernur Babel 2017 nanti bukan sembarang bibit, melainkan bibit lada

Calon Gubernur Babel ini Serius Menyiapkan Pasar untuk Lada

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Keinginan Erzaldi Rosman Djohan mengembalikan kejayaan lada di Bangka Belitung (Babel) rupaya tidak main-main. Baru-baru ini calon gubernur nomor urut 4 ini menyatakan akan memberikan bantuan satu juta bibit lada disetiap kabupaten.

Yang menarik dari keinginan Erzaldi ini bahwa bibit lada yang disiapkan Calon Gubernur Babel 2017 nanti bukan sembarang bibit, melainkan bibit lada yang bersertifikasi unggul.

"Kami akan siapkan satu juta bibit lada tiap kabupaten. Tentu bibit lada yang bersertifikat unggul. Ini untuk memenuhi cita-cita kita menjadikan provinsi Babel sebagai provinsi lada," kata Erzaldi, Senin (2/1/2017).

Saat berkampanye di Bangka Selatan, warga menyambut antusias Erzaldi. Apalagi Erzaldi juga akan memberikan bantuan berupa 500 bibit lada dan kapuk sebagai junjung lada kepada tiap petani dan kelompok-kelompok tani di Bangka Selatan. Tak hanya itu, Erzaldi juga akan jadikan Basel sebagai sentra lada dan pusat penelitian lada.

“Lada merupakan aset penting di Babel, dan ini harus dikembangkan. Untuk Bangka Selatan, kami akan berikan bantuan berupa 500 bibit lada dan kapuk sebagai junjung lada kepada tiap petani dan kelompok-kelompok tani. Kita juga ingin jadikan Basel sentra dan pusat penelitian lada,” tambah Erzaldi.

Menurut Erzaldi, pada 2013, produksi lada Indonesia mencapai 88,7 ribu ton atau kuasai 18,8 persen pasar dunia. Padahal luas lahan lada Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, yaitu 178 ribu hektare.

Masalahnya, produktivitas lahan lada di Indonesia hanya 0,5 ton per hektare. Untuk kasus di Bangka, para petani setempat hanya mampu menghasilkan 250 kg lada per hektare yang kalah jauh dibandingkan vietnam dengan capaian hasil panen 3,7 ton per hektare.

Selain meningkatkan kualitas lada, dengan adanya bantuan ini harapannya akan berbanding lurus pada peningkatan produksi lada sehingga komoditi lada bisa dijual di luar Bangka Belitung dan memenuhi kebutuhan internasional.

“Dengan adanya bantuan ini saya berharap akan ada peningkatan produksi lada sehingga komoditi lada bisa dijual di luar Bangka Belitung dan memenuhi kebutuhan internasional,” ujar Erzaldi.

Demi menjamin peningkatan produksi tercapai, maka bibit lada akan diberikan pada petani baru dan petani lama. Tak kalah penting, menurut Erzaldi, hal lain yang harus disegerakan adalah proses edukasi, dengan memberikan pengetahuan kepada para petani dalam bertani lada yang tergolong sulit, maka matinya tanamana lada, gagal panen dan berkurangnya kuantitas hasil panen lada dapat dihindari.

“Hal lain yang harus disegerakan adalah proses edukasi, dengan memberikan pengetahuan kepada para petani dalam bertani lada yang tergolong sulit, maka matinya tanamana lada, gagal panen dan berkurangnya kuantitas hasil panen lada dapat dihindari,” kata suami Melati Erzaldi itu.

Setelah masalah seputar produksi dapat ditangani dengan baik maka hal selanjutnya adalah membangun pasar untuk lada. Dengan rencana program pembangunan pelabuhan Sadai dan Batu Betumpang yang digagas Erzaldi, maka menjadi mutlak untuk direalisasikan karena jalur laut adalah andalan untuk menjual lada ke pulau Sumatera seperti Lampung dan Palembang.

“Kita tentu juga akan membangun pasar untuk lada,” tambah Erzaldi.

Warga Desa Pangkal Buluh, Bangka Selatan, memuji program-program Erzaldi. "Pak Erzaldi memiliki program yang bagus, berhasil membangun infrastruktur dan bangunan bangunan bagus dimana-mana. Buat perkebunan lada juga bagus-bagus hasilnya. Kalau diliat orang nya blak-blakan, kelihatan tidak sombong. Jelas beliau sangat merakyat," tutur warga Pangkal Buluh, Edwin. (*/doi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved