Ulama Turki Digugat Karena Sebut Catur Lebih Buruk ketimbang Judi

"Gugatan hukum sudah dilakukan terhadap komentar tak berdasar itu yang memengaruhi ribuan atlet catur dan keluarganya pada saat negeri ini ..."

Ulama Turki Digugat Karena Sebut Catur Lebih Buruk ketimbang Judi
Permainan catur 

BANGKAPOS.COM, ISTANBUL -- Federasi Catur Turki (TSF), Selasa (3/1/2017), menyatakan telah melakukan gugatan hukum terhadap seorang ulama.

Baca: Lari Terbirit-birit, Wanita ini Melihat Penampakan Mengerikan dari Lubang Saat Duduk di Toilet

Penyebabnya, ulama bernama Ahmet Mahmut Unlu itu menyebut permainan catur lebih berbahaya dan menimbulkan dosa ketimbang judi.

Baca: Penampilannya Vulgar, Tak Pakai Bra, Nikita Mirzani Posting Hal Ini di Instagram

"Pernyataan itu sangat tak bisa diterima dan mendapatkan kecaman dari komunitas kami," demikian pernyataan tertulis TSF seperti dikutip Hurriyet.

Baca: Body Sophia Latjuba Dibilang Kendor Usai Posting Kenakan Pakaian Terbuka

"Gugatan hukum sudah dilakukan terhadap komentar tak berdasar itu yang memengaruhi ribuan atlet catur dan keluarganya pada saat negeri ini membutuhkan persatuan," kata TSF.

TSF juga menegaskan bahwa catur memiliki sejarah panjang di Turki dan memberikan berbagai contoh dukungan para negarawan terhadap olahraga ini.

Baca: Dibayar Sejuta, Tukang Pijat Ini Masukkan Ketela ke Kemaluan Sang Wanita, Ternyata untuk. . .

"Catur adalah olahraga yang dimainkan para negarawan dan pemimpin negeri ini sejak lama," kata TSF.

"Para negarawan telah memberikan dukungan agar Turki menjadi negeri catur dan mereka terus memberikan kontribusinya terhadap olahraga catur," lanjut TSF.

Baca: Peneliti Nilai Cabai Bisa Memperlambat Pertumbuhan Sel Kanker Payudara

Pernyataan TSF ini merupakan respons terhadap pernyataan Mahmut Unlu yang menyebut sebagian besar pemain catur adalah para pembohong.

"Bermain catur jauh lebih buruk daripada berjudi. Mereka yang bermain catur lebih rentan berbohong dibanding orang lainnya," ujar Unlu lewat acara televisinya. (*/Hurriyet Daily News,)

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved