Ahli Pupuk Kujang Beberkan Kelebihan Pupuk Buatannya Dibandingkan yang Lain

pengunaan pupuk dari PT Pupuk Kujang juga menurutnya harus tepat sesuai ketentuannya sehingga dosis yang perlukan tanaman tepat.

Ahli Pupuk Kujang Beberkan Kelebihan Pupuk Buatannya Dibandingkan yang Lain
nurhayati/bangkapos.com
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman berfoto bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat dan Dirut PT Pupuk Kujang dan CV Wijaya Bersama pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding mengenai pupuk dan asam semut, Rabu (4/1/2017) di kebun milik Bupati Bangka H Tarmizi Saat di Kelurahan Matras. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Staf Ahli Pupuk PT Pupuk Kujang, Sutisna mengatakan perusahaan mereka memproduksi pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman.

Dimana pupuk yang diproduksi mengandung organik dan mikroba yang memberikan manfaat bagi tanaman.

Namun untuk pengunaan pupuk dari PT Pupuk Kujang juga menurutnya harus tepat sesuai ketentuannya sehingga dosis yang perlukan tanaman tepat.

"Selama ini penggunaan pupuk kimia akibatnya pemakaian makin tinggi ada mikroba yang tidak ada lagi makanannya ditanah sehingga makan tanaman, makanya timbul penyakit kuning pada lada," jelas Sutisna kepada para koordinator penyuluh pertanian dan kelompok tani dan gapoktan pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan mengenai pupuk dan asam semut dengan PT Pupuk Kujang dan PT Wijaya Bersama, Rabu (4/1/2017) di kebun milik Bupati Bangka H Tarmizi Saat di Kelurahan Matras.

Sedangkan untuk penggunaan asam formiat (asam semut) menurutnya untuk getah karet maka kualitasnya lebih tinggi.

Diakuinya pabrik ban karet tidak mau membeli karet jika tidak menggunakan asam formiat. Untuk itu asam formiat yang diproduksi PT Pupuk Kujang menurutnya merupakan organik asam lemah sehingga tidak merusak struktur karet dan kualitasnya bagus dan terima produk ban.

Sedangkan jika menggunakan tawas maka getah karet yang dibekukan ketika diolah oleh pabrik karet akan menimbulkan gelembung, sehingga gelembung inilah yang berbahaya untuk kualitas ban kendaraan.

Apalagi lanjutnya ada SK menteri pertanian yang melarang menggunakan tawas untuk getah karet.

"PT Pupuk Kujang ini perusahaan BUMN, perusahaan milik negara. Kami jamin produknya baik. Pabrik kami di Cikampek. Di Bangka dari hasil surplai kami menggunakan pupuk kami produk meningkat dengan kualitas bagus. Untuk padi di Jawa Barat bagus bisa mencapai 10 ton per hektar. Kualitasnya bagus dan padinya bernas. Begitu juga untuk sawit sama pupuknya mengandung organik ada mikrobanya. Buahnya dari 11 ton perhektar sekarang menjadi 29 ton perhektar," jelas Sutisna.

Menurutnya sebagai perusahaan BUMN pihaknya juga banyak bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk membuat formula pupuk tanaman.

"Sebagai perusahaan BUMN kami bertanggung jawab terhadap rakyat karena perusahaan kami juga dari rakyat," kata Sutisna.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved