Bedah Buku Jokowi Undercover Bareskrim Temukan Hasil yang Mengejutkan

Kedepan untuk proses penyidikan dan kelengkapan berkas, penyidik akan memeriksa saksi ahli diantaranya‎ ahli bahasa, sejarah, sosiolog, dan pidana.

Bedah Buku Jokowi Undercover Bareskrim Temukan Hasil yang Mengejutkan
Copyright ©postmetro
Buku "Jokowi Undercover" yang ditulis Bambang Tri Mulyono dipamerkan di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/1/2017). Buku ini dianggap melanggar hukum karena berisi hal-hal yang sifatnya penyebaran kebencian, diskriminatif terhadap etnis tertentu, dan penghinaan terhadap presiden Joko Widodo. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- ‎Ada hal tak terduga yang ditemukan setelah polisi melakukan penelusuran lebih dalam.

Setiap penulis yang memiliki kapabilitas tak hanya punya konsep dalam menulis namun juga dilengkapi dengan fakta, data akurat serta metodologi penulisan yang berlaku.

Baca: Inilah Kejadian yang Dialami Julia Perez Saat Umrah

Nah kali ini penyidik Bareskrim yang menelusuri Bambang Tri, tersangka dugaan penyebaran ujaran kebencian dan berbau SARA dalam buku Jokowi Undercover menemukan hal yang mengejutkan.
Tercatat sudah lima hari ini Bambang Tri ditahan di tahanan Polda Metro Jaya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah meminta penyidiknya melakukan bedah buku terhadap buku setebal 400 halaman itu.

Baca: Kisah Dora Natalia Saat Dipindah ke Pekanbaru, Bak Artis Diburu Pewarta

"‎Saya sudah perintahkan tim Bareskrim untuk bedah buku, dilihat fakta-faktanya karena di dalam dunia penulisan harus ada metodologi," terang Tito Karnavian, Rabu (4/1/2017) di Mabes Polri.

Metodologi yang dimaksud Tito Karnavian yakni harus ada data pendukung.

Di mana dalam buku itu, Bambang Tri menyatakan bahwa Presiden Jokowi adalah keturunan dari golongan tertentu.

Sehingga hal itu harus didukung data, namun itu tidak dilakukan oleh Bambang Tri.

"Kami tanya ada gak data sekunder soal maaf, Bapak Jokowi ini keturunan dari "A", lalu dia katakan itu didapat dari orang lain‎. Orang lain tahu mungkin merujuk satu buku referensi yang tidak ada. Jadi memang dia (bambang Tri) hanya menganalisis sendiri, berdasarkan foto diitung sendiri, dia gak punya kemampuan," tegas Tito Karnavian.

Baca: Harap Diperhatikan Ada Virus Baru Menyerang Aplikasi WhatsApp, Jangan Asal Klik

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menambahkan ‎ternyata Bambang Tri juga tidak lulus S1 melainkan hanya lulusan SMA.

Halaman
123
Editor: tidakada021
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved