Aparat Tutup Mata, Warga Resah Ada Tambang Dekat Jembatan dan Jalan Umum

kalau TI itu dibiarkan, jembatan dan jalan bisa ambrol, karena TI beroperasi sangat dekat dengan jembatan dan jalan.

Aparat Tutup Mata, Warga Resah Ada Tambang Dekat Jembatan dan Jalan Umum
IST
TI apung yang beroperasi di sungai antara Sungai Gedong Lumut dan Tanjung Batu Desa Lumut Kecamatan Belinyu, yang didatangi dan dihimbau oleh Kapolsek Belinyu dan jajarannya, Kamis (1/12/2016), agar para penambang menghentikan aktifitas penambangan di lokasi itu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Banyak warga dari desa Lumut Kecamatan Belinyu dan Desa Riau Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, resah dengan keberadaan Tambang Inkonvensional (TI) yang beroperasi dipinggir jalan raya provinsi dan di bawah jembatan tersebut.

"Kami sebagai warga Riausilip yang dekat dengan sungai dan jembatan Lumut, serta jalan besar ini (jalan raya provinsi di Desa Riau), sudah lama resah, karena TI itu membandel beroperasi di pinggir jalan besar dan di bawah jembatan," ujar Hakin warga daerah setempat kepada bangkapos.com Jumat (6/1/2017).

Menurut Hakin, kalau TI itu dibiarkan, jembatan dan jalan bisa ambrol, karena TI beroperasi sangat dekat dengan jembatan dan jalan.

Baca: Tak Peduli, Penambang Desa Riau Beroperasi Lima Meter dari Pinggir Jalan dan Dibawah Jembatan

Beberapa unit TI itu beroperasi di satu lokasi, satunya beroperasi di bibir sungai di bawah jembatan Lumut dan lainnya (posisi berdekatan), beroperasi hanya sekitar empat meter dari badan jalan raya.

Warga lainnya dari daerah setempat, Bisun mengatakan, di pinggir jalan raya dan di bawah jembatan itu, sudah sering dan sudah lama di garap TI.

Baca: Obot Ngaku Beli Sabu Rp 15 Juta dari Bandar Narkoba di Pangkalpinang

"Kami heran, kenapa nggak ditertibkan, Babin di Desa Riau kan ada, apakah para aparat penegak hukum dan pemerintah desa pada tutup mata atau bagaimana," tandas Bisun.

Warga Gedong Desa Lumut juga khawatir dengan keberadaan TI tersebut, karena limbahnya dikhawatirkan akan mengalir ke alur sungai Lumut dan bisa memperparah sedimentasi sungai.

Sebelumnya, Camat Riausilip Saparudin mengatakan, akan koordinasi dengan Satpol PP Pemkab Bangkan untuk menertibkan aktifitas TI tersebut.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved