Bahagianya, 'Manusia Pohon' Banglades Kini Bisa Memeluk Putri Kecilnya

Abul Bajandar, pria Banglades yang dijuluki "manusia pohon" karena kelainan pertumbuhan kulit yang membuat tangannya mirip batang pohon, kini ...

Bahagianya, 'Manusia Pohon' Banglades Kini Bisa Memeluk Putri Kecilnya
MUNIR UZ ZAMAN / SAM JAHAN/AFP/Getty Images
Abul Bajandar sebelum dan sesudan menjalani operasi. 

BANGKAPOS.COM, DHAKA -- Abul Bajandar, pria Banglades yang dijuluki "manusia pohon" karena kelainan pertumbuhan kulit yang membuat tangannya mirip batang pohon, kini tengah bergembira.

Baca: Teknologi Baru, Motor Sederhana Ini Didesain Bisa Menerjang Banjir Lo!

Sebab, tak lama lagi, dia akan diizinkan pulang setelah sebuah terobosan dalam bidang medis sukses menangani kelainan langka itu.

Baca: Agnesya Bisa tak Kebagian Warisan Meski Mengandung Anak Dodi Triono, Ini 4 Penjelasannya

Pria 27 tahun itu sudah menjalani 16 kali operasi untuk menyingkirkan kulit seberat 5 kilogram dari kedua tangan dan kakinya sejak kondisinya diketahui publik setahun lalu.

Baca: Mengejutkan, Sebelum Ngamar dengan Bupati Katingan, Farida Yeni Minta Suami Ajak Anaknya Jalan-jalan

Pengemudi becak ini adalah satu dari empat orang di dunia yang mengidap kelainan yang disebut epidermodysplasia verruciformis.

Baca: Warga di Pulau Ini Ternyata Masih Gunakan Kalender Kuno Berusia 2.000 Tahun

Ini adalah kondisi genetik langka yang disebut sebagai "penyakit manusia pohon" yang membuatnya tak bisa melakukan kegiatan sehari-hari, misalnya memeluk putrinya yang berusia tiga tahun.

"Kesembuhan Bajandar merupakan tonggak luar biasa dalam sejarah ilmu kedokteran," kata Samanta Lal Sen, koordinator bedah plastik di RS Universitas Kedokteran Dhaka.

"Kami melakukan operasi setidaknya 16 kali untuk menyingkirkan kutilnya. Tangan dan kakinya hampir pulih," kata Lal Sen.

"Dia akan diizinkan pulang dalam 30 hari setelah pembedahan kecil untuk menyempurnakan bentuk tangannya," lanjut dokter itu.

MANUSIA POHON
SAM JAHAN/ AFP/Getty Images
Abul Bajandar bersama istri dan putri kecilnya di sebuah rumah sakit di Dhaka.

Lal Sen yakin, Bajandar adalah orang pertama di dunia yang sembuh dari penyakit langka itu.

Sementara itu, sambil berbaring di ranjang rumah sakit, Bajandar mengatakan sakit akibat kondisinya itu sangat tak tertahankan.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved