Baru 1.200 Nelayan di Kabupaten Bangka Miliki Asuransi

Kepala Perikanan Kabupaten Bangka Ahmad Sapran mengatakan hingga saat ini baru 1.200 nelayan yang memiliki asuransi nelayan.

Baru 1.200 Nelayan di Kabupaten Bangka Miliki Asuransi
bangkapos.com/dok
H Ahmad Safran 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Perikanan Kabupaten Bangka Ahmad Sapran mengatakan hingga saat ini baru 1.200 nelayan  yang memiliki asuransi nelayan.

Pihaknya sudah mengusulkan asuransi untuk 3.000 nelayan tetapi berdasarkan penyaringan dari pihak pusat karena adanya identitas yang salah, sudah lewat batas waktu dan sebagainya sehingga asuransi yang terbit baru sekitar 1.200 nelayan.

"Waktunya kan pendek kita baru pertama kali tahun 2016 ini. Untuk tahun pertama dibayar oleh pusat, Pemkab Bangka hanya memfasilitasi operasional ke lapangan, pendataan, pengumpulan data mereka dan sosialisasi itu kita, tetapi membayar preminya pusat untuk tahun pertama, tahun berikutnya mereka mandiri," jelas Sapran kepada bangkapos.com.

Disebutkannya, dana asuransi jiwa bagi nelayan ini hanya Rp 175.000 per tahun. Menurutnya jika nelayan pemegang asunsi jiwa ini meninggal dunia karena kecelakaan di laut dia melakukan usaha penangkapan ikan memperoleh uang pertanggungan Rp 200 juta, tetapi jika meninggal alami memperoleh uang pertangungan asuransi sekitar Rp 160 juta, jika sakit untuk biaya perawatan sebesar Rp 20 juta, jika kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap mendapatkan uang pertangungan asuransi sebesar Rp 100 juta.

"Manfaatnya luar biasa sayang kalau tidak ikut," kata Sapran.

Dijelaskannya jumlah nelayan di Kabupaten Bangka sebanyak 8.926 orang sehingga yang belum menjadi peserta asuransi masih sebanyak 6.736 orang. Diakui Sapran, sebagian besar nelayan juga masih ragu-ragu bahkan tidak mau masuk asuransi padahal menguntungkan para nelayan sendiri.

"Hanya Rp 175.000 per tahun tapi kalau tahun itu berakhir bayar lagi," kata Sapran.

Untuk tahun 2016 kemarin, berdasarkan data dinas perikanan, nelayan yang meninggal akibat kecelakaan di laut belum ada.

"Alhamdulillah belum ada, kita kan tidak berharap seperti itu tetapi kalau ada mereka sudah diasunsikan bisa terbantu," jelas Sapran.

Oleh karena itu jika nelayan ingin masuk asuransi ini bisa mendaftar tahun 2017. Untuk tahun 2016 lalu, Pemkab Bangka dijatah sebanyak 3.500 nelayan tetapi memerlukan proses pendataan yang cukup lama.

"Karena kemarin diakhir tahun kontraknya sampai akhir tahun 2017 ini. Ini yang baru kita data lagi," ungkap Sapran.

Sedangkan persyaratan untuk mendapatkan asuransi nelayan yakni, memang betul berprofesi nelayan dengan memiliki kartu nelayan, pada kartu tanda penduduk pekerjaan sebagai nelayan, memiliki kartu keluarga, dan belum berusia 65 tahun.

"Asuransi nelayan ini dikeluarkan oleh pusat bekerjasama dengan jasindo," kata Sapran.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved