Hari Ini Tarif Baru Biaya STNK dan BPKB Diberlakukan, Antrean Tetap Memanjang

Seorang warga yang sedang mengantre untuk pembuatan SKCK, Hamid Othman Abdullah, mengaku belum mengetahui adanya penyesuaian tarif

Hari Ini Tarif Baru Biaya STNK dan BPKB Diberlakukan, Antrean Tetap Memanjang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah warga antre untuk memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1/2017). Pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia akan menerapkan tarif baru penerbitan dan pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) serentak secara nasional mulai 6 Januari 2017 dengan besaran dua hingga tiga kali dari tarif lama. 

BANGKAPOS.COM, KUDUS-- Terhitung mulai tanggal 6 Januari 2017, biaya pembuatan atau perpanjangan (tarif penerbitan) Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Semula, biaya pembuatan atau perpanjangan SKCK adalah Rp 10.000. Selanjutnya, biaya yang ada sebesar Rp 30.000.

"Kenaikan ini berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia, jadi tak hanya di Kudus saja," kata Kasat Intel Polres Kudus, AKP Mulyono, saat melakukan sosialisasi kepada warga yang sedang mengurus SKCK, di Mapolres setempat, Kamis (5/1).

Baca: Inilah Kronologi Bupati Katingan yang Kepergok Selingkuh Tidur Tanpa Busana

Disampaikan, penyesuaian biaya pembuatan atau perpanjangan SKCK tersebut berdasarkan PP 60/2016, tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Lingkungan Polri. Menurutnya dalam PP tersebut juga tercantum tarif PNBP untuk penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Jadi perlu dipahami, bahwa tarif pembuatan atau perpanjangan SKCK itu, bukan kami yang menentukan. Uangnya, nanti juga masuk ke kas negara," jelas dia.

Baca: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Hari Ini Pukul 00.00 Naik 300 Rupiah

Seorang warga yang sedang mengantre untuk pembuatan SKCK, Hamid Othman Abdullah, mengaku belum mengetahui adanya penyesuaian tarif atau biasanya pembuatan SKCK. Menurut dia, baru saat mengurus SKCK inilah ia mengetahui adanya penyesuaian tarif tersebut.

"Saya nggak tahu kalau ada penyesuaian tarif yang berlaku mulai besok. Ya, kebetulan saja hari ini saya ngurus masih pakai tarif lama," ucap warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, ini, kemarin.

Diakui, ia baru kali ini mengurus SKCK untuk mencari kerja. "Belum lama ini baru selesai wisuda sarjana, sekarang mulai cari-cari kerja," ujarnya.

Baca: Netizen Baru Sadar Lihat Video Ini, Saat Warga Tawuran Ada Penampakan Kuntilanak Terbang

Berdasarkan penelusuran Tribun Jateng, PP 60/2016, menggantikan PP 50/2010, tentang PNBP di Lingkungan Polri. Dalam PP tersebut, tak hanya mengatur soal kenaikan tarif penerbitan SKCK, melainkan juga mengatur berbagai item lain seperti tarif pengesahan STNK, tarif penerbitan BPKB, tarif pelat nomor polisi pilihan atau nomor pelat cantik, dan beberapa penyesuaian tarif lain, yang ada di lingkungan Polri.

Biaya pembuatan BPKP juga naik
Selain kenaikan biaya pengurusan SKCK, biaya pembuatan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) juga naik mulai hari ini. Sehari sebelum kenaikan, antrean panjang warga sudah mengular di kantor Samsat Jakarta Selatan atau tepatnya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, kemarin.

Bahkan sejak dini hari warga sudah mengantre untuk mendapatkan nomor antrean untuk mengurus keperluan administrasi itu.

Halaman
123
Editor: dedypurwadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved