Polisi Tetap Usut Penghasutan oleh Rizieq Meski Tanpa Ada yang Melapor

BI membantah bahwa logo dalam pecahan uang itu merupakan simbol komunisme. Pihaknya kini menunggu BI untuk melaporkan secara resmi ke polisi....

Nursita Sari
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Pihak kepolisian masih menunggu laporan dari masyarakat soal dugaan penghasutan pecahan uang yang disebut bergambar palu arit oleh petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Baca: Heboh, Ada Wanita Cantik Menari Sambil Mengisi Bensin

"Nanti kita tunggu saja siapa yang melapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/1/2017).

Baca: Amerika Kini Memburu Anak Osama bin Laden

Argo mengatakan, pihaknya akan tetap menyelidiki kasus ini meskipun tidak ada masyarakat atau instansi yang melapor. Hal ini dimungkinkan dengan laporan polisi model A, yaitu laporan yang dibuat berdasarkan temuan polisi sendiri.

Baca: Jadi Viral, Tukang Parkir Misterius Sisihkan Rp 25 Ribu Per Hari untuk Anak Yatim

"Apakah model A, apa ada yang melapor, kita tunggu saja," ujar Argo.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari Bank Indonesia (BI) terkait kebenaran palu arit dalam logo tersebut.

Baca: Kejam, Wanita Paruh Baya dan Putranya Ini Diikat di Pohon Yang Penuh Semut Api Ganas Hingga Tewas

BI membantah bahwa logo dalam pecahan uang itu merupakan simbol komunisme. Pihaknya kini menunggu BI untuk melaporkan secara resmi ke polisi.

Baca: Di Tengah Hutan, Kapolsek Sale Ini Temukan Dua Nenek-nenek Nunggu Angkot, Ternyata. . .

Polisi berencana akan memanggil saksi ahli dari BI untuk memproses dugaan penghasutan ini.

"Itu kan memberikan penghasutan kepada masyarakat, ada PKI di Indonesia, tidak boleh seperti itu, tidak bisa bicara itu," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1/2017).

Penulis : Nibras Nada Nailufar

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved