Sanem Tidak Setuju Karet Jadi Komoditi Utama di Belitung

Meskipun demikian, kata dia, perkebunan karet pada dasarnya cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang.

Sanem Tidak Setuju Karet Jadi Komoditi Utama di Belitung
ISTIMEWA
ilustrasi: jual getah karet

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Bupati Belitung, Sahani Saleh menilai karet tidak cocok dijadikan sebagai komoditi utama pada sektor perkebunan di Negeri Laskar Pelangi.

Terutama karena fluktuatif harga jual getah karet.

Kemudian, keterbatasan lahan pasca tambang di Belitung akan menjadi kendala lainnya.

Sehingga akan sulit bagi petani maupun investor yang ingin menanam karet dalam skala besar.

"Memang segala sesuatu yang diekspor itu pasti terjadi fluktuasi. Makanya tidak cocok sebagai komoditi utama," ujar pria yang akrab disapa Sanem itu kepada posbelitung.com, Jumat (6/1/2017).

Meskipun demikian, kata dia, perkebunan karet pada dasarnya cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang.

Dalam artian, karet sementara ini hanya sebagai tanaman sekunder atau sampingan di lahan perkebunan.

Sedangkan untuk investasi jangka pendeknya adalah lada. Sehingga ketika masa panen lada sudah habis, petani bisa bertanam karet di lahan itu.

"Ibaratnya untuk masa pensiun, nambah-nambah penghasilan. Sementara ini kan pemanfaatannya begitu," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved