Dirjen Gakum KLHK RI Akan Turun Langsung Tertibkan TI Apung Perimping

Tim akan datang ke berbagai daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Bangka termasuk DAS Perimping dan sekitarnya,

Dirjen Gakum KLHK RI Akan Turun Langsung Tertibkan TI Apung Perimping
IST
Tim dari Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI) Kabupaten Bangka, nelayan dan perwakilan masyarakat foto bersama jajaran Dirjen Gakum Kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, usai audensi diantaranya tentang persoalan tambang ilegal Sungai Perimping dan sekitarnya dan di daerah lainnya di Kabupaten Bangka, Jumat (6/1/2017) lalu, di ruang rapat Sam Gedung Manggala Wanabakti No 1 lantai 3 Kantor KLHK RI di Jakart 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktivitas TI Apung ilegal di daerah aliran sungai Perimping tetap dilakukan meskipun berkali-kali dilakukan penertiban.

Para penambang tak menghiraukan razia diikuti tindakan pembakaran puluhan unit ponton serta penetapan tersangka.

Karena itu, tim dari Dirjen Gakum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, akan turun tangan menertibkan TI Apung Sungai Perimping.

Aktifitas TI apung di sekitar Sungai Perimping
Aktifitas TI apung di sekitar Sungai Perimping, Pulau Kianak-Tanjung Batu.

Tim akan datang ke berbagai daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Bangka termasuk DAS Perimping dan sekitarnya, untuk menghentikan aktivitas tambang inkonvensional (TI) apung rajuk ilegal.

"Laporan kami kali ini mendapat tanggapan serius dari KLHK. KLHK akan menghentikan tambang-tambang ilegal itu," ungkap Wadir Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kabupaten Bangka Hanif, Minggu (8/1) kemarin.

Sebelumnya, LKPI Kabupaten Bangka bersama nelayan dan masyarakat, Jumat (6/1) lalu, telah melaporkan soal aktivitas TI apung ilegal di DAS ke Dirjen Gakum KLHK RI.

Baca: Heboh, Foto Presiden Jokowi Turun dari Pesawat Pakai Sarung, Netizen Sebut Bakal Jadi Trend Baru

Dikatakan Hanif, ketika turun nanti, Tim dari KLHK RI selain bergerak menghentikan tambang ilegal di DAS, tetapi juga akan memberikan bibit bakau untuk pemulihan hutan bakau yang telah rusak akibat penambangan ilegal.

Hanif mengungkapkan, persoalan tambang ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Bangka termasuk di Perimping dan sekitarnya, sudah dua kali dilaporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Baca: Sekelompok Pelajar Asik Nonton Video Porno dari Ponsel Sambil Mabuk Miras

"Kita melaporkan ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya kita laporkan bersama kawan-kawan dari Walhi Babel, kita ketemu langsung dengan Pak Rido Sani sebagai Dirjen Gakum dan Tim dari KLHK, setelah itu dari KLHK sempet turun untuk memantau ke lokasi DAS Perimping, tapi sangat disayangkan sampai saat ini tambang-tambang ilegal tersebut masih tetap jalan, maka kedatangan nelayan dan masyarakat yang di dampingi LKPI ke KLHK Jumat kemarin, untuk melaporkan kembali terkait permasalahan tambang ilegal tersebut," ungkap Hanif. (yik)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved