Breaking News:

Boneka Seks Kesayangannya Pecah, Kakek Ini Menangis Histeris, Begini Kisahnya

Saking sedihnya, Zhang membaringkan boneka itu di kasur sambil menangisinya layaknya memperlakukan seseorang yang meninggal dunia.

TribunnewsBogor.com
Menangisi boneka seks yang pecah 

BANGKAPOS.COM -- Kejadian yang dialami kakek ini cukup membuat miris. 

Pria bernama Zhang Wenling asal Chongzhou, Tiongkok tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat boneka seks kesayangannya pecah.

Baca: Blak-blakan, Maudy Ayunda Ungkap Kebiasaan Buruknya Ini, Menjilat dan Gigit Bibir

Dilansir dari laman World Wide Weird News, kakek tersebut menangis histeris saat mendapati boneka seks kesayangannya berubah bentuk karena pecah.

Baca: Nekat, Pria Ini Pun Jadi Incaran Polisi Usai Unggah Video Prank Cium Acak Perempuan di Jalan

Saking sedihnya, Zhang membaringkan boneka itu di kasur sambil menangisinya layaknya memperlakukan seseorang yang meninggal dunia.

Baca: Babak Baru Smartphone, Nokia 6 Tandai Kebangkitan Nokia di Industri Ponsel Pintar

Aneh memang yang dilakukan kakek yang satu ini.

Dijelaskan, kesedihan Zhang karena selama ini dia hidup ditemani boneka seks tersebut.

Baca: Mengejutkan, Tarantula Ini Memangsa Seekor Ular

Zhang begitu sayang dengan boneka seks itu karena wajahnya mirip dengan mendiang istrinya.

Karena sangat cinta dengan istrinya yang telah meninggal, Zhang tidak ingin menikah dengan wanita lain.

Kakek itu malah memutuskan membeli boneka seks yang mirip dengan wajah istrinya sebagai pendamping hidupnya.

Tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan Zhang untuk memboyong boneka seks ke rumahnya.

Namun, kebahagiaan Zhang kembali terusik setelah bonekaseknya pecah.

Zhang pun menangis histeris sambil memeluk boneka itu.

Zhang beroperasi sebagai dokter kanker. 

Sudah banyak pasien yang disembuhkannya, namun istrinya sendiri tidak bisa diselamatkan akibat penyakit kanker.

Sejumlah orang Cina yang bekerja jauh dari rumah untuk waktu yang panjang, lebih memilih membeli boneka seks dengan harga yang mahal, daripada melakukan seks dengan wanita malam.

Sebab, dengan begitu, para suami tidak membohongi istri-istri mereka.

Dikutip dari Mirror.co.uk, jutaan orang di Cina meninggalkan rumah dan keluarga mereka untuk bekerja di kota, dan hanya kembali ke rumah setiap akhir pekan.

Untuk itu, mereka kerap merasa kesepian dan memerlukan pelampiasan untuk memenuhi kebutuhannya.

Alih-alih beralih ke pelacur atau seks bebas, ribuan orang membeli boneka seks berkualitas tinggi yang terbuat dari bahan karet lembut yang terasa seperti kulit, tangan adjustable, kepala bisa dilepas, lengkap dengan alat kelaminnya.

Desainer otomotif, Liu (29), rela mengeluarkan uang £ 1.400 untuk model montoknya, atau setara Rp 25 jutaan.

Liu telah menikah selama lebih dari satu dekade, dan memiliki balita.

Dia tidak ingin menjadi tidak setia, tapi masih perlu untuk memuaskan nafsu seksnya.

"Jujur, itu sangat mudah untuk hanya membayar sedikit uang untuk menemukan seorang wanita di Cina, tapi aku tidak bisa membawa diri untuk menipu pada istri saya, jadi saya tidak pernah mempertimbangkannya," kata Liu.

"Sebagai seorang desainer industri Aku tidak bisa mengabaikan kurangnya rincian yang realistis," katanya.

"Jadi saya hanya menggunakannya beberapa kali," tambahnya.

Sementara itu, Yi Jiange, slaesman di Micdolls, toko seks di Beijing mengatakan, kliennya biasanya profesional di usia 30-40 an, dan dia mengagumi kesetiaan mereka.

"Jika seorang pria yang sudah menikah tidak mau melihat pelacur dan menggunakan boneka sebagai gantinya, bukan mengagumkan?," kata dia.

Jiange menambahkan bahwa beberapa orang memiliki kedekatan emosional, pada boneka seks mereka.

Mereka menyebut diri mereka "teman boneka," dan anonim menggunakan forum online untuk berbagi ulasan, pengalaman dan saran.

Jumlah mereka telah meningkat dari beberapa ratus hingga lebih dari 20.000 dalam beberapa tahun terakhir.

Pasar mainan seks Cina diperkirakan sampai £ 10,3 miliar per tahun. (tribunbogor)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved