Breaking News:

Beredar Video Penganiayaan Taruna, Benarkah Mereka dari STIP

Kabar meninggalnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) membuat heboh dunia pendidikan. Berbarengan dengan kabar itu, saat ini sebuah v

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Kabar meninggalnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) membuat heboh dunia pendidikan. Berbarengan dengan kabar itu, saat ini sebuah video penganiayaan taruna beredar di dunia maya.

Video itu sebetulnya diupload tanggal 8 Feb 2010.

"Tiga mahasiswa junior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta menjadi bulan-bulanan pemukulan seniornya. Dua di antaranya mengalami luka di wajah dan bibir hingga berdarah," tertulis pada video tersebut.

Berikut videonya:

Apakah ini kejadian di STIP?

Dalam gambar tersebut, terlihat tiga orang mengenakan baju taruna menjadi bulan-bulanan pemukulan. Dua di antaranya mengalami luka di wajah dan bibir hingga berdarah.

Kekerasan ini terekam dalam sebuah video amatir yang beredar. Belum diketahui kapan tepatnya video amatir ini diambil, namun dikabarkan video ini beredar sekitar awal Februari 2010 ini.

Video ini memperlihatkan sejumlah taruna junior dibariskan di sebuah lorong. Mereka kemudian ditempeleng dan dipukul. Tampak seorang senior memegang kepala junior, sementara senior lainnya menampar wajah sang junior. Tak lama bibir junior berdarah dan menetes di telapak tangannya.

Hingga kini belum diketahui siapa orang yang mengambil gambar adegan tersebut, dan penyebar video tersebut. Motif dan tujuan merekam adegan tersebut masih belum jelas.

*Empat Taruna STIP Penganiaya Amirullah Hingga Tewas Ditangkap

Aksi bullying dan kekerasan hingga jatuh korban jiwa kembali terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara. Kali ini, pelajar tingkat satu bernama Amirullah Adityas Putra (18) diduga tewas setelah dianiaya kakak kelasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kejadian itu. Menurutnya insiden pemukulan tersebut terjadi pada Selasa (10/1/2017) malam atau sekitar pukul 22.30 WIB.

Korban yang ambruk setelah menerima sejumlah pukulan dari seniornya lantas di bawa ke petugas medis. Korban baru mendapatkan penanganan medis sekitar pukul 00.15 hingga 01.45 WIB dini hari tadi. Namun nahas, nyawanya tak tertolong lagi.

Melihat kondisi korban tak bernyawa, petugas medis bersama sejumlah saksi lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilincing, Jakarta Utara sekitar pukul 02.00 WIB. Sesaat kemudian, polisi mengamankan empat terduga pelaku yang merupakan taruna tingkat dua berinisial SM (19), WH (20), I (21), dan AR (19).

"Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS Polri untuk keperluan autopsi. Kasus ini masih didalami Polsek Cilincing dibantu Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara," kata Argo saat dihubungi di Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017). (Bintang Pradewo)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved