Soal Asuransi Nelayan, Tarmizi Minta Dinas Perikanan Data Lagi Nelayannya

dinas perikanan belum melapor berapa jumlah nelayan di Kabupaten Bangka dan berapa yang sudah menerima asuransi nelayan

Soal Asuransi Nelayan, Tarmizi Minta Dinas Perikanan Data Lagi Nelayannya
bangkapos.com/Nurhayati
Sebagian kapal nelayan yang bersandar di dermaga nelayan di Pantai Turun Aban Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Bupati Bangka H Tarmizi Saat mendukung adanya asuransi nelayan yang diluncurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, agar para nelayan terjamin kehidupannya jika terjadi kecelakaan di laut.

"Saya tidak bisa berpanjang lebar soal nelayan ini, saya sangat setuju dengan program asuransi nelayan supaya mereka yang bekerja pada bosnya, miskin, kalau ada kecelakaan juga kurang ada perhatian, maka dari pemerintah daerah sangat setuju dibuat asuransi," jelas Tarmizi kepada bangkapos.com, Kamis (12/1/2017) di Ruang Kerja Bupati Bangka.

Namun diakuinya dari dinas perikanan belum melapor berapa jumlah nelayan di Kabupaten Bangka dan berapa yang sudah menerima asuransi nelayan, berapa yang belum mendapatkan dan apa kendalanya, apakah asuransi nelayan tersebut bisa dianggarkan dalam APBD.

Untuk itu ia berharap kepala dinas perikanan harus pro aktif melapor dan berkoordinasi dengan bupati karena program tidak bisa berjalan sendiri.

Mengenai adanya nelayan yang menilai asuransi nelayan hanya didapat oleh pemilik kapal, Tarmizi meminta agar didata kembali nelayan yang menerima asuransi tersebut.

Diminta agar dilihat aturannya, berapa besar premi asuransinya dan nelayan kategori apa yang berhak menerimanya.

"Saya belum bisa bicara kalau tidak ada datanya. Kita tunggulah," kata Tarmizi.

Lanjutnya, jika asuransi nelayan ini tidak semuanya bisa diakomodir oleh pemerintah pusat, maka pemerintah daerah biasa membantu menganggarkan dana untuk asuransi nelayan.

"Saya sudah membuat program itu tetapi belum bisa berjalan dengan baik. Kalau datanya sudah lengkap berapa besarnya, apa saja yang perlu diasuransikan, asuransi kecelakaankah, sakitkah, asuransi karena gelombang perahu pecah, kan harus dirapatkan dulu. Kita tunggulah nanti. Intinya saya belum dapat laporan dari perikanan," jelas Tarmizi.

Untuk bantuan bagi nelayan yang mengalami masa paceklik diakuinya belum ada, tetapi dana bantuan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan ketika melaut sudah dianggarkan Pemkab Bangka.

"Itu nanti, pokoknya bupati berharap kepala dinas perikanan harus buat grand desainnya, harus ada inovasi. Ada asuransinya, selama paceklik bagaimana, waktu mereka dapat ikan banyak kita bantu fish vender segala macam, bantuan perahu seperti apa, pemasaran seperti apa, itu harus satu kesatuan," harap Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved